NAGEKEO, METRO GLOBAL NEWS — Di tengah keterbatasan hidup di tenda pengungsian pascagempa, sebuah perhatian kecil menghadirkan rasa tenang bagi keluarga Nanang Iswanto.
Adalah Gempita Rahayu, bayi yang lahir pada 17 Agustus 2026, yang kini harus menjalani hari-harinya bersama keluarga di tengah kondisi pengungsian di Desa Tendakinde, Dusun Kaburea, Kabupaten Nagekeo.
Pada Rabu, 30 September 2026, tim kesehatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo mendatangi langsung tenda-tenda pengungsian untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak gempa.
Di antara warga yang diperiksa, Gempita mendapat perhatian khusus dari tim kesehatan.
Bayi tersebut diperiksa secara langsung oleh Dokter Brenda dari PMI Kota Bandung, yang turut bergabung dalam pelayanan kesehatan PMI bagi masyarakat terdampak bencana di Nagekeo.
Pemeriksaan dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan Gempita selama berada di lingkungan pengungsian.
Bagi keluarga, kehadiran tenaga kesehatan yang datang langsung ke tenda pengungsian memberikan rasa aman, terlebih Gempita masih berusia sangat dini.
Ayah Gempita, Nanang Iswanto, menyampaikan apresiasinya kepada PMI yang telah memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada PMI karena sudah datang langsung memeriksa kesehatan warga di tenda pengungsian, terutama anak kami Gempita. Dengan adanya pemeriksaan dari tim kesehatan, kami merasa lebih tenang karena kondisi kesehatan anak kami bisa dipantau,” ujar Nanang.
Pelayanan kesehatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Gempita. Tim kesehatan PMI juga memeriksa warga lainnya yang masih tinggal di tenda darurat Desa Tendakinde, Dusun Kaburea.
Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan keluhan dan kebutuhan masing-masing.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan pelayanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen PMI untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana.
“PMI Nagekeo akan terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Tidak hanya bantuan logistik, tetapi pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian kami. Kami ingin memastikan warga yang masih berada di tenda pengungsian mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan, terutama bayi, anak-anak dan kelompok rentan,” kata Kristianus.
Menurutnya, kolaborasi antara PMI Nagekeo dan tenaga kesehatan dari PMI daerah lain menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
Kehadiran tim kesehatan di tenda pengungsian menjadi bukti bahwa pelayanan kemanusiaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan logistik. Pemeriksaan kesehatan, pendampingan dan perhatian terhadap kelompok rentan juga menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat pascagempa.
Di tengah kondisi yang masih penuh keterbatasan, Gempita Rahayu menjadi salah satu wajah kecil dari perjuangan warga untuk bertahan dan bangkit setelah bencana.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo

Social Header