NAGEKEO, METRO GLOBAL NEWS — Di tengah situasi pascagempa yang masih menyisakan kekhawatiran bagi masyarakat terdampak, harapan kembali tumbuh di Panti Alma, Dusun Nanganumba, Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Kamis (8/10/2026).
Tim Shelter PMI Kabupaten Nagekeo hadir langsung membantu pemasangan dinding hunian sementara bagi penghuni Panti Alma. Sebanyak 34 lembar tripleks dipasang untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi 21 jiwa penerima manfaat, termasuk 9 penyandang disabilitas.
Bagi sebagian orang, pemasangan dinding mungkin terlihat sebagai pekerjaan sederhana. Namun bagi penghuni Panti Alma, dinding tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar.
Dinding itu menjadi batas antara rasa cemas dan rasa aman. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bahwa di tengah situasi sulit pascagempa, masih ada kepedulian dan tangan-tangan yang datang untuk membantu.
Pengelola Panti Alma, Bruder Nikolaus Ikun Alma, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Tim Shelter PMI yang telah hadir memberikan bantuan secara langsung.
“Bagi kami, bantuan ini bukan hanya tentang memasang tripleks sebagai dinding. Bagi saya dan anak-anak di sini, dinding ini adalah tanda bahwa masih ada orang yang peduli dan mau datang membantu kami ketika kami sedang dalam keadaan sulit. Terima kasih banyak kepada Tim Shelter PMI yang sudah meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk membantu kami,” ujar Bruder Nikolaus.
Menurutnya, kehadiran Tim Shelter PMI juga memberikan semangat baru bagi anak-anak penghuni panti, khususnya mereka yang menyandang disabilitas.
“Anak-anak kami mungkin memiliki keterbatasan, tetapi mereka juga mempunyai hak untuk merasa aman, nyaman, dan diperhatikan. Ketika Tim Shelter datang dan membantu memasangkan dinding hunian ini, anak-anak merasa bahwa mereka tidak dilupakan,” ungkapnya.
Bruder Nikolaus menilai perhatian yang diberikan PMI bukan sekadar bantuan material, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi para penghuni Panti Alma yang masih menghadapi situasi pascabencana.
“Bagi saya sebagai pendamping mereka, itu adalah sesuatu yang sangat berarti. Terima kasih karena sudah datang dan membantu kami dengan hati,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menegaskan bahwa PMI akan terus berupaya hadir bersama masyarakat terdampak bencana, terutama kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih.
“PMI Kabupaten Nagekeo berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana. Anak-anak penyandang disabilitas merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian dan perlindungan,” ujar Kristianus.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan rasa aman sekaligus sedikit meringankan beban para penghuni Panti Alma dalam menjalani kehidupan pascagempa.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan rasa aman dan sedikit meringankan beban mereka dalam menghadapi situasi pascagempa,” lanjutnya.
Pemasangan dinding hunian sementara di Panti Alma menjadi salah satu bentuk nyata respons kemanusiaan PMI terhadap kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo.
Di balik 34 lembar tripleks yang terpasang, ada sebuah pesan kemanusiaan yang jauh lebih besar: bahwa pemulihan bukan hanya tentang membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi juga menghadirkan rasa aman, perhatian, dan harapan bagi mereka yang paling membutuhkan.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo

Social Header