SRAGEN – mgn.id. Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Sragen Cup 2026 resmi mengakhiri rangkaian pertandingan pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kejuaraan yang diselenggarakan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sragen pada 15–17 Oktober 2026 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan, penjaringan bibit atlet potensial, serta peningkatan prestasi olahraga bulu tangkis di Kabupaten Sragen.
Kejuaraan tersebut mempertandingkan delapan kategori dengan total hadiah mencapai Rp46 juta. Pesertanya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini hingga veteran. Keberagaman kategori ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan kesempatan kepada atlet dari berbagai kelompok usia agar dapat menunjukkan kemampuan, mengukur hasil latihan, serta meningkatkan pengalaman bertanding.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas berharap penyelenggaraan Bupati Sragen Cup dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga bulu tangkis sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lebih luas, termasuk tingkat nasional.
Menurutnya, kompetisi yang diselenggarakan secara berkelanjutan memiliki peran penting dalam membangun ekosistem olahraga daerah. Melalui kejuaraan seperti ini, kemampuan atlet dapat terpantau, mental bertanding semakin terasah, dan potensi atlet muda dapat dikembangkan sejak dini.
Ketua Umum PBSI Sragen yang juga Wakil Bupati Sragen, H. Suroto, turut menjadi bagian dari upaya mendorong perkembangan olahraga bulu tangkis di Kabupaten Sragen melalui pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi.
Ketua Harian PBSI Sragen, Budiyanto, menyampaikan bahwa Bupati Sragen Cup direncanakan menjadi agenda rutin tahunan. Ia menilai, keberadaan kejuaraan ini penting untuk memberikan ruang bagi atlet agar terus berkembang dan memperoleh pengalaman bertanding.
“Kejuaraan ini mempertandingkan delapan kategori dan diharapkan dapat dilaksanakan setiap tahun. Atlet-atlet yang berprestasi harus mendapatkan kesempatan untuk berkembang lebih jauh. Karena itu, ajang ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial,” ujar Budiyanto.
Ia berharap ke depan semakin banyak atlet yang berpartisipasi, baik dari klub maupun kelompok pembinaan bulu tangkis di Kabupaten Sragen. Semakin banyak peserta yang terlibat, semakin terbuka pula peluang untuk menemukan atlet-atlet berbakat yang dapat dipersiapkan mengikuti kejuaraan pada tingkat yang lebih tinggi.
Budiyanto juga menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan setelah kejuaraan berakhir. Menurutnya, hasil pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi bagi atlet, pelatih, dan klub untuk memperbaiki teknik, meningkatkan kedisiplinan latihan, serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
DPRD Dorong Kejuaraan Digelar Lebih Rutin
Dukungan terhadap penyelenggaraan Bupati Sragen Cup juga disampaikan Eko Muji Suharto, S.H., anggota DPRD dari PDI Perjuangan. Ia berharap kejuaraan bulu tangkis tersebut dapat difasilitasi secara berkelanjutan sehingga semakin banyak atlet daerah yang memperoleh kesempatan bertanding.
Eko menyampaikan, idealnya kejuaraan semacam ini dapat diselenggarakan dua kali dalam setahun. Namun, untuk sementara, pelaksanaannya masih ditargetkan satu kali dalam setahun. Pihaknya berharap dukungan dan penganggaran untuk kegiatan olahraga dapat terus diupayakan agar kesempatan pembinaan bagi atlet semakin luas.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini setidaknya bisa difasilitasi secara rutin, minimal dua kali dalam setahun. Target ke depan memang dua kali, tetapi untuk sementara kita upayakan satu kali dahulu. Tentu hal ini perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan kita akan berusaha agar pembinaan olahraga, khususnya bulu tangkis, tetap mendapatkan perhatian,” ujar Eko.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para atlet yang berhasil meraih juara. Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil dari latihan, kedisiplinan, dan perjuangan selama mengikuti pertandingan.
“Kepada para juara, kami ucapkan selamat. Semoga prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi. Bagi atlet yang belum berhasil menjadi juara, jangan berkecil hati dan tetap semangat. Masih ada kesempatan pada kejuaraan berikutnya untuk memperbaiki kemampuan dan meraih prestasi,” tambahnya.
Eko berharap dukungan terhadap olahraga tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga mencakup pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta penyediaan kesempatan berkompetisi secara berkesinambungan.
Dihadiri Sejumlah Tokoh Daerah
Penyelenggaraan Bupati Sragen Cup 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh daerah. Selain unsur pemerintah daerah dan pengurus PBSI Sragen, kegiatan tersebut juga dihadiri Riris Purnawan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta Direktur Utama Perumda Air Minum Tirto Negoro Kabupaten Sragen, Hanindyo Heru Prayitno, S.T.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menambah dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan yang diharapkan mampu mendorong kemajuan olahraga di Kabupaten Sragen.
Partisipasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun perhatian bersama terhadap pembinaan atlet. Olahraga tidak hanya membutuhkan kemampuan dan kedisiplinan atlet, tetapi juga dukungan dari keluarga, klub, pelatih, organisasi olahraga, pemerintah, serta masyarakat.
Harapan Lahirnya Atlet Berprestasi dari Sragen
Berakhirnya Bupati Sragen Cup 2026 diharapkan tidak menjadi akhir dari proses pembinaan, melainkan menjadi langkah awal bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi selanjutnya.
Bagi atlet usia dini, kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk mengenal atmosfer pertandingan, membangun keberanian, dan menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat. Sementara bagi atlet kelompok usia yang lebih tinggi hingga veteran, ajang ini memberikan ruang untuk menguji kemampuan sekaligus menjaga konsistensi dalam berolahraga.
Kejuaraan dengan total hadiah Rp46 juta tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan minat klub dan masyarakat untuk lebih aktif mengembangkan olahraga bulu tangkis. Dengan kompetisi yang terjadwal, pembinaan yang terarah, serta dukungan berbagai pihak, potensi atlet lokal diharapkan dapat berkembang secara optimal.
Ke depan, keberlanjutan Bupati Sragen Cup menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar atlet tidak hanya mendapatkan kesempatan bertanding satu kali, tetapi juga memiliki jalur pembinaan yang jelas untuk meningkatkan prestasi.
Melalui penyelenggaraan kejuaraan ini, Kabupaten Sragen diharapkan semakin mampu melahirkan atlet-atlet bulu tangkis yang kompetitif, berkarakter, dan siap membawa nama daerah ke tingkat provinsi maupun nasional.
(Agus M )


Social Header