Breaking News

Bukan Sekadar Bantuan, PMI Pulihkan Semangat Warga Olaia Pascagempa


NAGEKEO - mgn.id. METRO GLOBAL NEWS — Pemulihan pascagempa tidak hanya soal bantuan logistik, makanan, maupun pelayanan kesehatan. Di tengah rasa takut dan kekhawatiran yang masih membekas, masyarakat juga membutuhkan ruang untuk bercerita, didengar, dan mendapatkan dukungan.

Kebutuhan itulah yang dijawab Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo bersama Tim Dukungan Psikososial (PSS) PMI Pusat melalui pelayanan dukungan psikososial bagi warga terdampak gempa di Desa Olaia, Dusun IV, RT 007, Kabupaten Nagekeo, Senin (29/9/2026).

Pelayanan berlangsung sejak pukul 12.15 hingga 17.34 WITA dan menjangkau 57 warga, terdiri dari 25 anak-anak dan 32 orang dewasa, termasuk tujuh lansia.

Sejak awal kegiatan, tim PSS membangun komunikasi dengan warga melalui pendekatan yang sederhana, ramah, dan kekeluargaan. Bukan sekadar bertanya, tim hadir untuk mendengar langsung pengalaman warga setelah gempa.

Asesmen dilakukan melalui percakapan, observasi, serta mendengarkan berbagai keluhan masyarakat.

Pada kelompok anak-anak, tim menggali rasa takut, kecemasan, hingga perubahan aktivitas mereka setelah gempa. Sementara pada kelompok dewasa, khususnya ibu-ibu, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengetahui kondisi keluarga, kekhawatiran terhadap keselamatan anggota keluarga, serta kebutuhan dukungan psikososial.

Kelompok lansia juga mendapat perhatian khusus. Tim menggali kondisi emosional, rasa takut, kekhawatiran terhadap gempa susulan, serta situasi yang mereka hadapi selama masa pemulihan.

Salah seorang warga, Yasinta Dhupa, mengatakan kehadiran tim PSS memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan menceritakan pengalaman yang masih membekas setelah gempa.

“Kami merasa terbantu karena bisa berkumpul dan bercerita tentang apa yang kami rasakan setelah gempa. Kehadiran tim PMI membuat kami merasa diperhatikan dan tidak menghadapi keadaan ini sendirian,” ujar Yasinta.

Hasil asesmen menunjukkan sebagian anak masih merasakan ketakutan ketika mengingat kembali peristiwa gempa. Beberapa di antaranya masih membutuhkan rasa aman dan pendampingan dari orang dewasa.

Kondisi serupa juga dirasakan masyarakat dewasa dan lansia. Rasa takut, gelisah, serta kekhawatiran terhadap gempa susulan dan kondisi tempat tinggal masih menjadi bagian dari keseharian warga.

Bencana juga berdampak pada aktivitas masyarakat. Aktivitas menenun dan bertani sempat terhenti, membuat sebagian warga lebih banyak menjalankan kegiatan rumah tangga sehari-hari.

Anggota Tim PSS PMI Pusat, Elvana, mengatakan dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Dalam situasi pascabencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan secara fisik, tetapi juga membutuhkan ruang yang aman untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman mereka,” jelas Elvana.

Menurutnya, asesmen yang dilakukan menjadi dasar untuk menentukan dukungan lanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain psikoedukasi, aktivitas bermain dan bernyanyi bersama anak-anak, dukungan emosional melalui FGD, serta pendampingan khusus bagi kelompok lansia.

Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menegaskan bahwa PMI akan terus mendampingi masyarakat terdampak.

Menurut Kristianus, dampak bencana tidak berhenti pada kerusakan fisik. Rasa takut, kecemasan, dan kehilangan rasa aman juga menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian.

“Dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi perasaan dan kondisi psikologis masyarakat. Karena itu, PMI Nagekeo bersama PMI Pusat hadir untuk memberikan pendampingan agar masyarakat memiliki ruang untuk bercerita, mendapatkan dukungan, dan perlahan kembali menjalankan aktivitasnya,” kata Kristianus.

Respons masyarakat selama asesmen berlangsung positif. Warga bersedia menyampaikan kondisi dan kebutuhan mereka kepada tim.

Hasil asesmen tersebut selanjutnya menjadi bahan PMI untuk menentukan bentuk dukungan psikososial lanjutan bagi masyarakat Desa Olaia.

Kehadiran PMI di Olaia memperlihatkan bahwa kerja kemanusiaan tidak hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang mendengar, menemani, dan memulihkan semangat warga yang masih berjuang bangkit setelah bencana.


Penulis : James Bisara

MGN     : Nagekeo

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id