Apa sebenarnya arti dan makna KALWEDO?
Budaya dan tradisi di Maluku Barat Daya mengandung kekayaan kearifan lokal yang berfungsi sebagai perekat sosial. Salah satunya tercermin dalam penggunaan sapaan “Kalwedo”. Sapaan ini bukan sekadar ungkapan basa-basi, melainkan memiliki makna yang sangat kuat dalam merepresentasikan nilai-nilai persaudaraan dan kearifan lokal masyarakat Maluku Barat Daya.
Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan makna antagonistik dari sapaan Kalwedo sebagai simbol persaudaraan dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Analisis data dilakukan melalui tiga gerakan hermeneutis, yaitu fenomenologi, rekonstruksi, dan dialog.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalwedo mengandung makna “kita bersama” atau “kita adalah satu”, yang menegaskan kesatuan eksistensi antara pihak yang menyapa dan pihak yang disapa.
Berdasarkan perspektif Gadamer, makna tersebut terbentuk melalui proses fusion of horizons (peleburan cakrawala), yaitu pertemuan antara masa lalu dan masa kini, sehingga tradisi tersebut tetap hidup dan memiliki makna dalam konteks kehidupan kontemporer.
Sapaan Kalwedo berfungsi sebagai media untuk menghapus sekat-sekat perbedaan, memperkuat ikatan persaudaraan, serta membangun kesadaran akan identitas kolektif yang inklusif.
Keterangan
Hermeneutika: Ilmu atau pendekatan untuk menafsirkan makna suatu teks, tradisi, atau pengalaman.
Fusion of Horizons: Peleburan cakrawala pemahaman masa lalu dan masa kini.
Wirkungsgeschichte: Sejarah pengaruh, yaitu bagaimana sejarah dan tradisi terus memengaruhi pemahaman serta kehidupan manusia pada masa sekarang.
Identitas kolektif: Kesadaran bahwa seseorang merupakan bagian dari suatu komunitas atau kelompok bersama.
Inti pemikiran: Kalwedo bukan sekadar sapaan, melainkan ekspresi identitas, kesatuan, persaudaraan, dan solidaritas masyarakat Maluku Barat Daya.
(Redaksi Metro Global News)



Social Header