NAGEKEO - METRO GLOBAL NEWS || Tiga jam perjalanan darat dari Markas PMI Kabupaten Nagekeo di Aeramo menuju Dusun 1, Desa Kotagana, Kecamatan Mauponggo, tidak menyurutkan langkah relawan Palang Merah Indonesia (PMI).
Medan yang tidak mudah ditembus untuk membawa bantuan kemanusiaan kepada 114 Kepala Keluarga (KK) atau 234 jiwa yang terdampak gempa bumi. Di antara warga yang menjadi sasaran pelayanan terdapat kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan penyandang disabilitas.
Setiba di lokasi, tim gabungan PMI langsung melakukan intervensi kemanusiaan melalui distribusi bantuan logistik sekaligus pelayanan kesehatan dan dukungan psikososial.
Bantuan yang disalurkan meliputi 10 box hygiene kit, 8 box family kit, 15 tas dignity kit, 41 ember, 228 masker kain, serta masing-masing 114 potong pakaian, jersey, dan sarung.
Distribusi logistik tersebut menjadi bagian dari upaya PMI membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih berada dalam situasi pemulihan pascabencana.
Tim Promosi Kesehatan (Promkes) memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta praktik mencuci tangan yang benar.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia.
Khusus kelompok remaja, relawan juga memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi sebagai bagian dari pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Pada saat bersamaan, tim Psychosocial Support Service (PSS) memberikan pendampingan psikososial kepada warga yang masih menghadapi kecemasan pascagempa.
Pendampingan dilakukan melalui psikoedukasi, aktivitas bermain, bernyanyi dan berbagi cerita. Anak-anak diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan mereka, sementara para lansia diberi kesempatan menceritakan ketakutan dan pengalaman yang mereka alami setelah bencana.
Salah satu persoalan yang masih dirasakan warga adalah ketakutan untuk kembali tidur di dalam rumah. Guncangan gempa dan pengalaman selama bencana membuat sebagian warga memilih bertahan di luar rumah karena merasa belum sepenuhnya aman.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tim PSS PMI dalam memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat.
Kepala Desa Kotagana, Siprianus Peu, menyampaikan apresiasi terhadap respons PMI yang telah datang langsung ke wilayahnya.
Menurutnya, kehadiran relawan di tengah masyarakat memberikan bantuan sekaligus perhatian kepada warga yang masih menghadapi dampak bencana.
Bagi PMI Kabupaten Nagekeo, pelayanan di Kotagana merupakan bagian dari upaya memastikan respons kemanusiaan menjangkau masyarakat hingga wilayah yang secara geografis membutuhkan waktu tempuh cukup panjang.
PMI juga berkomitmen melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, dengan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan serta mendorong masyarakat mempertahankan PHBS di lingkungan tempat tinggal dan lokasi pengungsian.
Perjalanan tiga jam dari Aeramo menuju Kotagana akhirnya bukan sekadar perjalanan menuju sebuah desa. Di tengah medan yang menantang, perjalanan itu menjadi bagian dari kerja kemanusiaan untuk memastikan 234 warga terdampak tidak luput dari pelayanan, perhatian dan pendampingan pascabencana.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo


Social Header