Breaking News

Seperti udara yang tak terlihat: Refleksi cinta kasih dan penyesalan dalam lagu Ibu Oleh: Hamid Nabhan

   ​Lagu "Ibu" karya Iwan Fals yang dirilis pada 3 Maret 1988 melalui album 1910 bukan sekadar karya musik biasa. Ia adalah sebuah monumen emosional yang merekam kedalaman rasa cinta, penghormatan, sekaligus penyesalan seorang anak terhadap ibunya.

   Berdasarkan catatan sejarah musik dan esai apresiasi, lagu ini lahir dari perenungan mendalam serta pengamatan langsung sang musisi terhadap sosok ibu, termasuk latar belakang ibunda beliau, Lies Suudijah seorang perempuan keturunan Arab bermarga Abdad. ​Lagu ini langsung menghantam kesadaran pendengar dengan gambaran perjuangan hidup seorang ibu yang luar biasa berat. Pengorbanan tersebut digambarkan melalui perjalanan panjang menembus rintangan demi masa depan sang anak. Metafora tentang tapak kaki yang terluka menegaskan bahwa seorang ibu rela menahan rasa sakit, lelah, dan penderitaan demi memastikan buah hatinya dapat tumbuh dengan baik.

​Salah satu elemen puitis yang paling kuat dalam lagu ini adalah perumpamaan kasih sayang ibu bagaikan udara. Sebagaimana udara yang tak selalu terlihat oleh mata namun mutlak dibutuhkan setiap detik untuk bernapas, kasih sayang seorang ibu adalah fondasi kehidupan yang paling esensial. Ia mengalir tanpa henti, tulus, dan tanpa pamrih, tanpa pernah menuntut balasan setimpal dari anaknya.

   ​Di balik keagungan kasih sayang tersebut, lagu Ibu juga memuat kejujuran batin yang sangat manusiawi dari seorang anak. Ada rasa haru bercampur penyesalan karena menyadari bahwa kesibukan hidup terkadang membuat seorang anak jarang pulang dan melupakan baktinya. Kesadaran ini memunculkan kepedihan batin bahwa tidak ada materi atau hal apa pun di dunia ini yang sanggup membayar atau membalas jasa seorang ibu.

   ​Bagian akhir lagu menyentuh sisi psikologis yang sangat personal, yakni kerinduan seorang anak dewasa untuk menanggalkan beban dunia luar, lalu kembali mendekap dan menangis di pangkuan ibu seperti masa kecil dulu. Di sanalah sekujur jiwa ditenangkan oleh basuhan doa-doa tulus seorang ibu sebagai tempat perlindungan paling aman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

   ​Secara keseluruhan, lagu "Ibu" oleh Iwan Fals tetap abadi sebagai sebuah karya sastra musik yang menggugah, menjadi pengingat abadi bagi setiap orang untuk senantiasa menghargai, merawat, dan berbakti kepada seorang ibu selama masih ada waktu. Maka, sebelum waktu benar-benar merenggut kesempatan itu, dekaplah ia erat-erat dalam doa dan bakti, sebab kehilangan seorang ibu adalah sunyi paling panjang yang takkan pernah terganti.

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id