NAGEKEO, METRO GLOBAL NEWS — Palang Merah Indonesia (PMI) Nagekeo terus mengintensifkan operasi kemanusiaan selama masa tanggap darurat bencana gempa bumi. Salah satu kebutuhan paling mendesak yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air bersih untuk mencegah persoalan kesehatan dan sanitasi di tengah kondisi pengungsian.
Melalui sektor Water, Sanitation and Hygiene (WASH), PMI Nagekeo pada Kamis (3/9/2026) kembali mendistribusikan 20.000 liter air bersih kepada warga terdampak gempa di sejumlah titik di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Distribusi dilakukan sejak pagi hingga petang dengan menyasar permukiman warga dan posko pengungsian di Desa Marapokot, Desa Nggolonio, dan Desa Aeramo. Air diangkut menggunakan armada tangki dari sumber air baku sumur bor di Lape, kemudian dialirkan langsung ke tandon penampungan milik warga.
Di Posko TPU Desa Marapokot, PMI menyalurkan 5.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan 53 kepala keluarga atau 203 jiwa. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, dan ibu menyusui.
Sementara di Desa Nggolonio, sebanyak 5.000 liter air dialokasikan bagi 7 KK atau 28 jiwa di wilayah RT 03 dan RT 04.
Distribusi berikutnya menyasar RT 17 Desa Aeramo dengan volume 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 5 KK atau 33 jiwa. Satu rit armada lainnya digunakan untuk menopang kebutuhan domestik di posko penanggulangan bencana.
Dengan tambahan distribusi tersebut, sejak operasi tanggap darurat dimulai pada 25 Agustus hingga 3 September 2026, PMI Nagekeo telah menyalurkan sedikitnya 120.000 liter air bersih atau 24 rit armada tangki ke sejumlah wilayah terdampak gempa.
Dari total tersebut, empat rit secara khusus dialokasikan untuk mendukung kebutuhan air bersih di Posko Utama Penanggulangan Bencana.
Keterbatasan air bersih di lokasi pengungsian menjadi persoalan serius karena berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan, sanitasi, serta risiko munculnya penyakit. Karena itu, distribusi air bersih tidak hanya menjadi upaya memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga bagian dari langkah pencegahan krisis kesehatan pascabencana.
“Kami fokus mendistribusikan air bersih secara langsung ke titik-titik permukiman warga dan tempat pengungsian yang membutuhkan. Fokus kami adalah memastikan kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil mendapatkan pasokan air yang layak dan higienis demi menjaga kesehatan mereka selama masa tanggap darurat ini,” ujar Koordinator Lapangan WASH PMI, Arkilaus F. Wawo.
PMI Nagekeo memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan dengan memperluas jangkauan armada tangki, terutama ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dan masih mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.
Bagi penyintas gempa, air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Di tengah kondisi pengungsian, pasokan air yang aman menjadi salah satu benteng penting untuk mencegah persoalan sanitasi berkembang menjadi ancaman kesehatan baru.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo

Social Header