Breaking News

PMI Nagekeo Datangkan Tim Medis PMI Surakarta, Sisir 12 Wilayah Terdampak Gempa ISPA dan Hipertensi Dominan, Sekitar 720 Warga Jalani Pemeriksaan Kesehatan

NAGEKEO, METRO GLOBAL NEWS — Pascagempa bumi yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak terus diperkuat. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo mendatangkan Tim Medis PMI Surakarta untuk menyisir sejumlah wilayah terdampak dan memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada warga.

Ketua PMI Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan kehadiran Tim Medis PMI Surakarta menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak dan relatif sulit dijangkau.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh hanya terpusat di posko utama atau fasilitas kesehatan, tetapi harus mendekati masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang berada di wilayah terisolir.

“Kehadiran tim medis ini sangat membantu penanganan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak dan sulit dijangkau. Mereka turun langsung menyisir masyarakat,” ujar Kristianus.

Hingga kini, Tim Medis PMI Surakarta telah menjangkau sedikitnya 12 wilayah terdampak gempa, mulai dari desa hingga kawasan permukiman masyarakat.

Wilayah yang telah menjadi sasaran pelayanan meliputi Desa Nggolonio, Desa Makipaket, Tedakisa, Marapokot, Tonggurambang, Nggolonio I, Perengatin, Desa Wajo, Desa Ladolima, Desa Riti, Desa Wolotelu, dan Desa Nangadhero.

Pelayanan kesehatan tersebut dikoordinasikan oleh dr. Prihatmoko selaku koordinator dokter. Tim diperkuat dua perawat, Edi Kurniawan dan Ervita Indriyani, serta Shofiyyah Nur Aini sebagai apoteker. Sementara fungsi kehumasan ditangani Asep Kurniawan.

Di lapangan, tim melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, antara lain pengukuran tekanan darah, berat badan, suhu tubuh, hingga pemeriksaan gula darah sesuai indikasi medis.

Dari rangkaian pelayanan tersebut, diperkirakan sekitar 720 warga telah menjadi sasaran pemeriksaan. Mereka terdiri atas sekitar 200 laki-laki, 400 perempuan, 20 anak-anak, dan 100 lansia.

Yang menjadi perhatian tim medis adalah munculnya sejumlah penyakit dan keluhan kesehatan yang cukup dominan di tengah kondisi masyarakat pascabencana.

Hasil pemeriksaan menunjukkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan hipertensi termasuk keluhan yang paling banyak ditemukan. Selain itu, tim juga menemukan kasus mialgia atau nyeri otot serta dispepsia atau gangguan pencernaan.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa dampak bencana tidak berhenti pada kerusakan bangunan maupun korban luka. Setelah gempa berlalu, masyarakat masih menghadapi persoalan kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, aktivitas fisik, keterbatasan istirahat, hingga situasi kehidupan di lokasi pengungsian.

Bagi warga yang tinggal di tempat pengungsian maupun lingkungan darurat, akses terhadap pemeriksaan kesehatan menjadi sangat penting, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta masyarakat yang memiliki riwayat keluhan kesehatan sebelumnya.

Kehadiran Tim Medis PMI Surakarta di berbagai titik terdampak menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan pascabencana.

Dengan menyisir langsung wilayah-wilayah terdampak, pelayanan medis diharapkan tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan atau posko utama, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan.

Gempa mungkin telah berlalu, tetapi persoalan kesehatan masyarakat pascabencana belum selesai.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin dan pelayanan medis berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memastikan warga terdampak tetap memperoleh pelayanan kesehatan selama proses pemulihan berlangsung

Bencana meninggalkan luka yang tidak selalu terlihat. Karena itu, memastikan masyarakat tetap sehat menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pemulihan Nagekeo.


Penulis : James Bisara

MGN     : Nagekeo

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id