NAGEKEO, METRO GLOBAL NEWS — Di tengah masih berlangsungnya penanganan pascagempa bumi di Kabupaten Nagekeo, kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan yang terus mendapat perhatian. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo melalui sektor Water, Sanitation and Hygiene (WASH) kembali bergerak dengan mendistribusikan 20.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak, Kamis (3/9/2026).
Distribusi dilakukan sejak pukul 09.38 hingga 18.00 WITA, menyasar tiga wilayah, yakni Desa Marapokot, Desa Nggolonio, dan Desa Aeramo. Air bersih yang digunakan bersumber dari sumur bor Lape, kemudian disalurkan langsung ke wadah penampungan warga berupa viber maupun bak semen.
Di Desa Marapokot, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke Posko TPU Marapokot. Layanan ini mencakup 53 kepala keluarga atau 203 jiwa. Sejumlah kelompok rentan turut menjadi penerima manfaat, mulai dari lansia, balita, penyandang disabilitas, ibu hamil hingga ibu menyusui.
Sementara di Desa Nggolonio, PMI menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di RT 03 dan RT 04. Sebanyak 7 kepala keluarga atau 28 jiwa menerima manfaat dari layanan tersebut.
Distribusi kemudian berlanjut ke RT 17 Desa Aeramo. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk 5 kepala keluarga atau 33 jiwa, dengan penerima manfaat di antaranya anak-anak, lansia dan ibu menyusui.
Satu rit lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan posko, sehingga total layanan PMI pada Kamis tersebut mencapai empat rit atau 20.000 liter air bersih.
Jika dihitung sejak dimulainya layanan pada 25 Agustus hingga 3 September 2026, PMI Kabupaten Nagekeo telah mendistribusikan 24 rit atau 120.000 liter air bersih dalam rangka mendukung penanganan darurat gempa bumi.
Dari total tersebut, empat rit dialokasikan khusus untuk kebutuhan posko. Rinciannya, satu rit pada 24 Agustus, dua rit pada 30 Agustus, dan satu rit pada 3 September 2026.
Distribusi air bersih dilakukan sebagai bagian dari respons PMI terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana. Penyaluran diarahkan langsung ke titik-titik yang membutuhkan, dengan mempertimbangkan jumlah penerima serta kondisi kelompok rentan di lapangan.
Kebutuhan air bersih menjadi semakin penting dalam situasi darurat karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kebersihan lingkungan dan keberlangsungan aktivitas warga di lokasi terdampak maupun posko pengungsian.
PMI Kabupaten Nagekeo terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Bagi warga terdampak gempa, air bukan sekadar bantuan. Ketersediaannya menjadi kebutuhan dasar yang menentukan kesehatan dan kualitas hidup selama masa tanggap darurat masih berlangsung.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo


Social Header