Breaking News

Michel Ciry: Seniman humanis di pesisir Normandia ​Oleh: Hamid Nabhan



   ​Dunia seni rupa modern Prancis menyimpan banyak maestro yang merekam realitas visual, tetapi hanya segelintir yang mendedikasikan hidupnya untuk menggali kedalaman batin dan spiritualitas manusia secara radikal. Salah satu figur paling unik yang berafiliasi dengan gerakan Ecole de Paris dan memilih jalur sunyi di tengah bisingnya arus modernitas abad ke-20 adalah Michel Ciry.

   ​Lahir di La Baule dan menghabiskan sebagian besar paruh kedua hidupnya dalam pengasingan sukarela di pesisir Normandia, Varengeville-sur-Mer, Ciry adalah seorang seniman total. Ia dikenal sebagai master etsa dan akuatin, pelukis, komponis simfoni suci didikan Nadia Boulanger, serta penulis puluhan jilid memoar.

   ​Warisan estetikanya kini diabadikan secara permanen di berbagai institusi seni kelas dunia, mulai dari National Gallery of Art di Washington, D.C., The Art Institute of Chicago, hingga Musee Michel Ciry yang didirikan langsung di bawah pengawasannya di Varengeville-sur-Mer.

   ​Menyelami karya Ciry berarti memasuki ruang kontemplasi di mana seni rupa bertransformasi menjadi doa, ratapan, sekaligus refleksi atas kerapuhan manusia. Keahlian teknis Ciry terlihat sejak usia mudanya, ia telah menciptakan karya etsa pertamanya pada usia 16 tahun dan melakukan debut publik di Petit Palais pada usia 19 tahun. Karya awalnya seperti Rooftops under the Snow (1940) yang dikoleksi oleh The Art Institute of Chicago, hingga Winter in Ile-de-France (1949) di National Gallery of Art, menunjukkan konsistensinya merekam lanskap pedesaan serta atap-atap rumah Prancis dengan goresan garis hitam-putih yang dramatis.

   ​Bagi Ciry, lanskap musim dingin yang tandus bukanlah sekadar pemandangan alam, melainkan metafora eksistensial. Ia menggunakan kesunyian alam untuk membingkai figur-figur manusia yang berdiri sebagai aktor tunggal di atas panggung yang senyap, mencerminkan permenungan batin manusia modern. Selain lanskap, Ciry sangat mahir menangkap ekspresi psikologis manusia melalui karya figuratif dan potret, seperti seri Arlequin atau tribut mendalam seperti Hommage a Bernanos (1966).

​Tokoh-tokoh yang ia lukis atau ukir tidak pernah tampil sekadar sebagai hiasan kosong tapi mereka memancarkan beban sejarah, permenungan filosofis, dan kejujuran emosional. 

   Dalam ranah penjelajahan batin, pendekatannya sangat berakar pada perenungan eksistensial yang mendalam. Sebagaimana dicatat oleh penulis Prancis Francois Mauriac, Ciry tahu bagaimana menghadirkan pancaran batin yang jujur melalui wajah-wajah sederhana dari orang-orang yang kita lewati di jalan.

​Meskipun karya-karyanya kerap bergulat dengan tema penderitaan seperti Passion, Ecce Homo, dan Stabat Mater, Ciry dengan tegas menolak dicap sebagai seniman keputusasaan.

   Ketika didorong untuk melupakan kesunyian dan menjadi pelukis cinta, ia menuliskan pembelaan yang monumental bahwa di tengah zaman kebencian, ia ingin tetap berada di pihak cinta. Ia mendedikasikan hidupnya secara total pada idealisme tersebut, memilih hidup sendiri dan mengasingkan diri dari hiruk-pikuk pameran komersial di Paris demi menjaga kemurnian ekspresi seninya.

   ​Michel Ciry merentangkan karier kreatifnya selama lebih dari tujuh dekade hingga akhir hayatnya pada tanggal 26 Desember 2018 di usianya yang ke 99 tahun. 

   Tepat di desa tempat ia mengasingkan diri, Musee Michel Ciry berdiri sebagai ruang seni hidup yang tidak hanya merawat karya-karya permanennya, tetapi juga merangkul pameran kontemporer dan konser musik kamar, menjaga agar jiwa seninya terus berdetak di antara warna dan alunan melodi. Melalui goresan burin*  pada pelat tembaga yang tersimpan di museum-museum global hingga kehangatan galeri di Normandia, Ciry yang mewariskan sebuah pesan abadi: bahwa seni tertinggi adalah seni yang jujur, yang berani menyelami luka kemanusiaan demi menemukan secercah cahaya kasih di dalamnya.

*​Alat pahat atau ukir logam berujung tajam yang digunakan seniman untuk menggores garis langsung di atas pelat tembaga.


​Sumber Bacaan & Referensi:

-Artnet. "Michel Ciry Artist Profile." Tersedia di Artnet Galleries.

-Sacred Art Pilgrim. "Michel Ciry Collection & Biography." Sacred Art Pilgrim Collection.

-National Gallery of Art (NGA), Washington, D.C. "Michel Ciry - Rosenwald Collection."

-The Art Institute of Chicago. "Michel Ciry Collection: Rooftops under the Snow (1940)."

-Art in House. "Michel Ciry Artist Info."

Normandie Tourisme.

-"Musée Michel Ciry, Varengeville-sur-Mer." Situs Resmi Pariwisata Normandia.

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id