Breaking News

Kisah dan Penyesalan di Balik Lagu Always on My Mind Oleh: Hamid Nabhan


   ​Lagu "Always on My Mind" sering kali dianggap sebagai salah satu lagu cinta paling romantis sepanjang masa. Namun, jika ditelaah lebih dalam, lagu yang dipopulerkan oleh Elvis Presley pada tahun 1972 ini bukanlah sekadar ucapan manis untuk pasangan. Ia adalah sebuah pengakuan jujur, kepedihan, dan bentuk penyesalan yang terlambat.


   ​Meski sangat melekat dengan sosok sang King of Rock and Roll, lagu ini sebenarnya tidak ditulis khusus untuk Elvis. Penciptanya, Wayne Carson, mendapatkan ide lagu ini secara tidak sengaja di meja dapur rumahnya di Missouri. Saat itu, Carson terhambat pekerjaan studio di Memphis dan terlambat pulang. Lewat sambungan telepon, sang istri merasa kesal, dan Carson refleks menjawab bahwa meski ia sering pergi, pasangannya itu selalu ada di dalam pikirannya sepanjang waktu.


   ​Frasa sederhana di telepon itu kemudian berkembang menjadi sebuah lagu utuh dengan bantuan Johnny Christopher dan Mark James. Carson sendiri menyebut komposisi ini sebagai "one long apology", sebuah permohonan maaf panjang yang mewakili perasaan setiap orang yang sadar telah mengabaikan pasangannya, namun ingin menegaskan bahwa sang kekasih tidak pernah benar-benar hilang dari ingatannya.


   ​Lagu ini sempat direkam oleh beberapa penyanyi lain seperti Brenda Lee dan Gwen McCrae, tetapi versi Elvis Presley pada Maret 1972 memberikan dimensi emosional yang sama sekali berbeda. Sesi rekaman di Studio B RCA Hollywood tersebut berlangsung hanya beberapa minggu setelah Elvis dan istrinya, Priscilla, resmi berpisah secara hukum pada Februari 1972. Wayne Carson bahkan pernah mengonfirmasi dalam sebuah wawancara bahwa saat Elvis menyanyikan lagu tersebut di studio, ia memang sedang menyanyikannya secara personal untuk Priscilla.


   ​Priscilla Presley sendiri pernah mengungkapkan dalam sebuah kesempatan bahwa Elvis bukanlah tipe orang yang rajin menulis surat. Sebagai gantinya, musik menjadi bahasa utama dalam komunikasi mereka. Melalui bait-bait lirik tentang pengakuan atas keterbatasan dan rasa abainya di masa lalu, Elvis seolah mengirimkan pesan pribadi yang tak sanggup ia sampaikan lewat percakapan biasa.


   ​Kejujuran emosional Elvis semakin terasa kuat ketika lagu ini dirilis secara bersamaan dengan lagu "Separate Ways". Jika "Separate Ways" menggambarkan kenyataan pahit bahwa hubungan mereka telah sampai pada titik akhir dan masing-masing harus menempuh jalannya sendiri, maka "Always on My Mind" adalah jeritan hati tersisa dari keretakan tersebut.


   Tekstur vokal balada Elvis di era 1970-an yang matang dan sarat kerentanan menjadikan rekaman ini bukan sekadar pertunjukan vokal teknis, melainkan sebuah katarsisme personal (curhat pribadi).


   ​Meskipun belakangan penyanyi lain seperti Willie Nelson pada tahun 1982 dan grup Pet Shop Boys pada tahun 1987 membawakan lagu ini dengan warna musik berbeda hingga meraih sukses besar, versi Elvis Presley tetap memegang tempat yang sangat khusus. Di dalamnya tersimpan keintiman dan kerapuhan seorang megabintang yang secara jujur mengakui kegagalannya sebagai seorang pasangan.


   ​Pada akhirnya, "Always on My Mind" menjadi sebuah pengingat yang abadi bagi siapa saja: bahwa hal-hal kecil yang lupa kita lakukan atau ucapkan sering kali menjadi penyesalan paling dalam ketika segalanya sudah terlambat.

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id