Breaking News

Ketua PMI Nagekeo Pastikan Pelayanan Kemanusiaan Berlanjut hingga November 2026


NAGEKEO, METRO GLOBAL NEWS || Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, yang akrab disapa Rispan Jogo, menegaskan komitmen PMI Nagekeo untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana meskipun masa tanggap darurat diperpanjang hingga 27 September 2026.

Di bawah kepemimpinannya, PMI Nagekeo tidak hanya menjalankan respons kedaruratan, tetapi mulai memperkuat pelayanan kemanusiaan berkelanjutan bagi warga yang masih membutuhkan dukungan pascabencana.

Rispan Jogo memastikan program pelayanan PMI Nagekeo dirancang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan atau hingga November 2026. Pelayanan difokuskan pada sejumlah kebutuhan dasar masyarakat, meliputi shelter, distribusi logistik, promosi kesehatan, serta penyediaan air bersih.

“Program kita sampai tiga bulan untuk pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya pelayanan di bidang shelter, pelayanan di bidang pendistribusian logistik, pelayanan promosi kesehatan dan pelayanan air bersih. Itu tetap kami lakukan sampai tiga bulan,” tegas Rispan Jogo.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa bagi PMI Nagekeo, berakhirnya masa tanggap darurat bukan berarti berakhir pula tanggung jawab kemanusiaan.

Sebaliknya, PMI tetap menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai dasar utama dalam menentukan arah pelayanan pascabencana.

Shelter dan Pendidikan Tetap Menjadi Perhatian

Dalam pelayanan terbaru, PMI Nagekeo membagi kegiatan ke dalam dua tim utama, yakni tim shelter dan tim logistik.

Tim shelter melakukan pemasangan terpal untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di SMP Satap Wolowae Anakoli, SMP Madambake Kecamatan Nangaroro, serta memberikan dukungan serupa di SDN Kaburea. Pelayanan juga diarahkan kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan pembelajaran di tenda-tenda mandiri.

Menurut Rispan Jogo, dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan bagian penting dari pelayanan kemanusiaan. Anak-anak terdampak bencana harus tetap memperoleh ruang untuk belajar meskipun kondisi lingkungan belum sepenuhnya pulih.

Hal itu menunjukkan bahwa PMI tidak hanya melihat kebutuhan masyarakat dari sisi bantuan material, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan aktivitas sosial dan pendidikan warga terdampak.

Sementara di sektor logistik, PMI Nagekeo bersama PMI Provinsi Sumatera Utara dan PT Musim Mas terus memperluas jangkauan distribusi bantuan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Nangaroro.

Distribusi terbaru dilakukan mulai dari Desa Degalea, kemudian menuju Desa Ngera, Dusun Nuasele, dan dilanjutkan ke Desa Keli, Dusun Keliwatuwea.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan PMI Provinsi Sumatera Utara, Zulfadli Lubis, bersama Siswondo dari PT Musim Mas, turut mendampingi proses distribusi bantuan bersama PMI Provinsi Sumatera Utara dan PMI Kabupaten Nagekeo.

Sebanyak 64 paket sembako disalurkan di Desa Degalea, 38 paket di Desa Ngera, Dusun Nuasele, serta 43 paket di Desa Keli, Dusun Keliwatuwea.

Sebelumnya, PMI juga telah menyalurkan 58 paket sembako di Desa Nangadhero serta 200 paket di Desa Tendatoto, khususnya Dusun Kaburea.

Bagi Rispan Jogo, keberadaan PMI di tengah masyarakat bukan semata-mata menjalankan program organisasi. Kehadiran tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan untuk memastikan warga terdampak tidak merasa ditinggalkan ketika perhatian terhadap bencana mulai berkurang.

Karena itu, PMI Nagekeo memilih untuk terus bergerak. Pendataan kebutuhan masyarakat, distribusi bantuan, penguatan shelter, pelayanan promosi kesehatan hingga pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi bagian dari pelayanan yang terus dijalankan.

Kepemimpinan Rispan Jogo juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara PMI Kabupaten Nagekeo, PMI dari daerah lain, pemerintah, dunia usaha, relawan dan berbagai mitra kemanusiaan.

Bagi PMI Nagekeo, kolaborasi menjadi kekuatan penting agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terdampak dan masih membutuhkan perhatian.

“Pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan tetap kami lakukan,” kata Rispan Jogo.

Dengan program pelayanan yang diperpanjang hingga November 2026, Rispan Jogo menegaskan bahwa PMI Nagekeo akan terus berdiri bersama masyarakat, terutama mereka yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah bencana.

Bagi PMI Nagekeo, kemanusiaan bukan sekadar hadir ketika bencana terjadi. Kemanusiaan adalah kesetiaan untuk tetap hadir ketika masyarakat masih membutuhkan.



Penulis  : James Bisara

MGN      : Nagekeo

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id