Breaking News

Ketua PMI Nagekeo Kawal Langsung, Siswa SMP Negeri 1 Wolowae Tak Lagi Belajar di Bawah Pohon

NAGEKEO - mgn.id ||28 September 2026 — Kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan di tengah situasi pascagempa terus ditunjukkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo.

Senin (28/9/2026), PMI Nagekeo bergerak ke SMP Negeri 1 Wolowae untuk memasang tenda darurat sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Proses pemasangan tersebut turut dikawal langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo.

Langkah ini dilakukan setelah PMI menerima informasi bahwa selama masa pascagempa, para siswa SMP Negeri 1 Wolowae terpaksa mengikuti pembelajaran di ruang terbuka, bahkan belajar di bawah pohon.

Kondisi tersebut menjadi perhatian PMI Nagekeo. Selain tidak nyaman, kegiatan belajar di ruang terbuka juga sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Anak-anak harus belajar di bawah pohon. Karena itu, kami berupaya agar kebutuhan mendesak ini segera ditangani,” kata Kristianus.

Sebanyak 10 lembar terpal dipasang dan dimanfaatkan sebagai tenda darurat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Bantuan tersebut memberikan manfaat bagi 131 penerima manfaat yang merupakan warga sekolah.

Bagi Kristianus, respons kemanusiaan tidak cukup hanya berhenti pada penyaluran bantuan. Kebutuhan masyarakat terdampak harus dipastikan sampai kepada penerima manfaat dan memberikan dampak nyata.

“PMI harus hadir sesuai kebutuhan masyarakat. Bukan hanya mengirim bantuan, tetapi kita kawal prosesnya agar bantuan itu benar-benar bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Kepala SMP Negeri 1 Wolowae, Yohana Fransiska Wea Nupa, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan PMI Nagekeo.

«“Kami sangat berterima kasih kepada PMI Nagekeo yang sudah hadir dan membantu sekolah kami dengan pemasangan tenda darurat. Selama kondisi gempa ini, anak-anak harus belajar di bawah pohon sehingga tentu sangat tidak nyaman. Dengan adanya tenda ini, kami berharap proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Yohana.»

Kristianus menegaskan, PMI Nagekeo akan terus mengawal kebutuhan masyarakat terdampak selama masa pemulihan, termasuk sektor pendidikan.

Menurutnya, anak-anak harus tetap mendapatkan hak untuk belajar meskipun daerah mereka masih dalam proses pemulihan akibat bencana.

“Anak-anak tidak boleh kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena bencana. Selama masih ada kebutuhan di lapangan, PMI akan berusaha hadir dan memberikan dukungan sesuai kemampuan serta kebutuhan masyarakat,” tegas Kristianus.

Pemasangan tenda darurat di SMP Negeri 1 Wolowae menjadi bagian dari respons kemanusiaan PMI Nagekeo dalam mendukung pemulihan masyarakat pascagempa.

Dari lapangan, PMI hadir. Dari kebutuhan masyarakat, PMI bergerak. Dan setiap bantuan terus dikawal agar benar-benar sampai dan memberi manfaat.


Penulis : James Bisara

MGN     :  Nagekeo

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id