NAGEKEO, METRO GLOBAL NEWS || Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PMI dengan pendekatan yang berbeda. Perayaan tidak dipusatkan di sekretariat organisasi, tetapi dilaksanakan langsung di tengah masyarakat, tepatnya di halaman Kantor Desa Nangadhero, Kamis malam, mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WITA.
Mengusung tema “Peduli, Bergerak Bersama”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi kelembagaan antara PMI, Pemerintah Kabupaten Nagekeo, pemerintah desa, relawan serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan kemanusiaan pascabencana.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, S.Sos., yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas). Kehadirannya sekaligus mempertegas pentingnya koordinasi antara unsur pemerintahan dan organisasi kemanusiaan dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat terdampak berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Masyarakat Nangadhero yang hadir sebagian masih berada dalam kondisi keterbatasan tempat tinggal dan fasilitas umum. Sejumlah warga masih memilih beraktivitas dan beristirahat di halaman rumah karena kondisi bangunan yang belum sepenuhnya layak digunakan.
Wabup Gonzalo Dikukuhkan sebagai Bagian dari Keluarga Besar PMI
Salah satu agenda utama dalam peringatan HUT PMI tersebut adalah prosesi penyematan rompi PMI kepada Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada.
Rompi PMI disematkan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Nagekeo Kristianus Pantaleon Jogo sebagai simbol diterimanya Wakil Bupati Nagekeo dalam keluarga besar PMI sekaligus bentuk penguatan komitmen bersama dalam misi kemanusiaan.
Prosesi tersebut menjadi simbol penting bahwa pelayanan kemanusiaan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, termasuk pemerintah daerah sebagai pemegang fungsi koordinasi pemerintahan dan PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang memiliki mandat serta kapasitas dalam pelayanan kepalangmerahan.
Dalam sambutannya, Gonzalo memberikan apresiasi terhadap peran PMI yang selama ini turut mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Nagekeo.
«“PMI adalah organisasi tertua di Republik ini, pasti sudah memiliki pengalaman dan SOP yang matang. Selaku pemerintah, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi PMI seluruh Indonesia yang telah peduli terhadap masyarakat Nagekeo,” ujar Gonzalo.»
Menurutnya, keterlibatan dalam PMI merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan yang harus diterima dengan baik.
«“Ketika saya dinobatkan sebagai orang PMI, saya harus terima karena ini urusan kemanusiaan. Selamat sekali lagi, teruslah berbuat baik untuk masyarakat,” katanya.»
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sinergi pemerintah dan PMI tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi diarahkan pada penguatan koordinasi, pelayanan, respons kemanusiaan dan pemulihan masyarakat terdampak.
Bantuan PMI Disalurkan kepada Masyarakat
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wakil Bupati Nagekeo secara simbolis menyerahkan bantuan PMI kepada masyarakat Desa Nangadhero yang terdampak bencana.
Penyaluran bantuan menjadi bagian dari implementasi pelayanan kemanusiaan PMI di lapangan, sekaligus memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara struktur organisasi PMI, pemerintah daerah, pemerintah desa, relawan dan masyarakat penerima manfaat.
Mewakili masyarakat, Yasinta Bule menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo, jajaran PMI, serta para relawan yang terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada warga.
Kolaborasi PMI Lintas Daerah
Kegiatan HUT PMI tersebut turut dihadiri Pengurus, karyawan dan relawan PMI Kabupaten Nagekeo serta relawan pendamping dari berbagai daerah di Indonesia.
Pendamping Koordinator Lapangan (Korlap), Abdul Gafur dari PMI Kota Makassar, hadir bersama relawan pendamping dari PMI Bali, PMI Lampung Selatan, PMI Jakarta Selatan, PMI Jakarta Timur, dan PMI Flores Timur.
Kehadiran unsur PMI lintas daerah tersebut mencerminkan mekanisme dukungan dan mobilisasi sumber daya kemanusiaan antarkepengurusan dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Dari perspektif kelembagaan, kolaborasi tersebut memperkuat kapasitas pelayanan PMI di Kabupaten Nagekeo, terutama melalui dukungan personel, koordinasi lapangan, pendampingan masyarakat dan distribusi bantuan.
Pemerintah dan PMI Satu Frekuensi dalam Pelayanan Kemanusiaan
Peringatan HUT PMI di Nangadhero akhirnya tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah, PMI, pemerintah desa, relawan dan masyarakat.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, pola kolaborasi seperti ini menjadi penting agar pelayanan kemanusiaan dapat dilaksanakan secara terkoordinasi, tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penyematan rompi PMI kepada Wakil Bupati Nagekeo pun menjadi simbol bahwa urusan kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama.
Pemerintah menjalankan fungsi koordinasi dan pelayanan publik, sementara PMI memperkuat kapasitas kemanusiaan melalui struktur organisasi, relawan dan jejaring kepalangmerahan. Keduanya bertemu pada satu kepentingan masyarakat.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo


Social Header