AERAMO, MetroGlobalNews – Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Grartianus Muga Sada, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap pelestarian lingkungan melalui aksi nyata penanaman mangrove di kawasan pesisir.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Gerakan Penanaman Mangrove: Hijaukan Pesisir, Lestarikan Mangrove untuk Iklim di pesisir Pantai Nagelewa, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Selasa (4/8/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, penanaman mangrove merupakan langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program nasional rehabilitasi kawasan pesisir.
"Gerakan Penanaman Mangrove merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional. Kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Pusat dalam upaya penanggulangan pencemaran sampah serta mendukung Gerakan Revolusi Hijau," ujar Gonzalo.
Ia menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Nagekeo terhadap pelestarian lingkungan bukanlah hal baru. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Desa Nangadhero sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi lingkungan.
Menurut Gonzalo, menanam mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
"Kita harus bergerak bersama selagi belum terlambat. Apa yang kita tanam hari ini mungkin tidak langsung kita nikmati, tetapi akan menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita. Apa yang kita nikmati saat ini juga merupakan hasil kepedulian orang-orang yang telah menjaga lingkungan pada masa lalu," ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menanam, tetapi turut menjaga dan merawat mangrove agar dapat tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Polsek Aesesa, Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nagekeo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Komunitas Batik Aeramo, serta masyarakat setempat.
Sementara itu, Ketua Komunitas Batik Aeramo, Belarminus Lambertus Ajo Bupu, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini merupakan aksi perdana yang dilaksanakan komunitasnya di kawasan pesisir Pantai Nagelewa.
Menurutnya, program tersebut merupakan hasil kerja sama Komunitas Batik Aeramo dengan Yayasan Plan International melalui dukungan IKI Project sebagai bagian dari upaya mendorong konservasi lingkungan di wilayah pesisir.
Ia mengatakan, sebelum pelaksanaan kegiatan, berbagai tahapan persiapan telah dilakukan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat Desa Aeramo guna membangun pemahaman serta dukungan terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Belarminus menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan rehabilitasi mangrove sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Kami berharap pesisir Nagelewa dapat kembali hijau, menjadi kawasan yang lebih lestari, mampu melindungi garis pantai dari abrasi, sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya," tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam secara bersama-sama sebagai wujud komitmen mendukung rehabilitasi kawasan pesisir, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat ketahanan ekosistem pesisir di Kabupaten Nagekeo.
( James Bisara )
Penulis : James Bisara

Social Header