KEO TENGAH, NAGEKEO - mgn.id.||Penanganan masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo terus diperkuat melalui sinergitas lintas sektor. Pemerintah daerah tidak bekerja sendiri dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, tetapi membangun kolaborasi bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan berbagai perangkat daerah untuk menjangkau warga hingga ke wilayah terdampak.
Semangat gotong royong tersebut terlihat dalam kegiatan pendropingan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Keo Tengah. Tim relawan dari lintas perangkat daerah turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan pemerintah dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Tim tersebut terdiri dari Thomas A. Nuga Meo dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Xristoforus Lewa L. Dapa dari Kesbangpol. Dalam proses pendistribusian, keduanya mendapat dukungan dari Babinsa Keo Tengah Boanerges Pay, Bhabinkamtibmas Keo Tengah David Gegang, personel Kodim 1625 Ngada, serta tiga anggota Brigif TP 42/KEF Nagekeo.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa respons terhadap bencana membutuhkan kerja bersama. Masing-masing unsur mengambil peran sesuai tugas dan kapasitasnya, mulai dari mobilisasi bantuan, pengamanan, pendampingan masyarakat, hingga memastikan proses distribusi berjalan dengan baik di lapangan.
Bantuan yang dibawa ke wilayah Kecamatan Keo Tengah berupa 300 paket sembako bantuan Presiden, 50 buah selimut, tikar, beras, serta empat unit tenda keluarga. Bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat yang masih berada dalam situasi pascabencana.
Tidak hanya membawa bantuan logistik, sinergitas lintas sektor juga diwujudkan melalui dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Tim melakukan pemasangan satu unit tenda besar BNPB berukuran 6 x 12 meter di Puskesmas Maunori.
Tenda tersebut dipasang untuk mendukung pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tersebut, sehingga tenaga kesehatan tetap memiliki ruang yang memadai untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.
Keberadaan tenda pelayanan ini dinilai penting mengingat fasilitas kesehatan menjadi salah satu sektor yang harus tetap berjalan dalam situasi darurat. Masyarakat terdampak membutuhkan akses pelayanan kesehatan, baik untuk penanganan kondisi akibat bencana maupun kebutuhan kesehatan sehari-hari selama masa pemulihan.
Di tengah kondisi pascagempa yang membutuhkan respons cepat, sinergitas antara pemerintah daerah, TNI dan Polri menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan di lapangan. Aparat kewilayahan yang berada dekat dengan masyarakat turut membantu mengidentifikasi kebutuhan serta mendukung kelancaran distribusi bantuan.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas, misalnya, memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat di wilayah masing-masing. Sementara personel TNI lainnya turut membantu proses mobilisasi dan penyaluran bantuan sehingga dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.
Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan bahwa penanganan bencana bukan hanya persoalan pendistribusian bantuan, tetapi juga bagaimana seluruh unsur dapat bergerak dalam satu koordinasi untuk memberikan rasa aman, pelayanan, dan dukungan kepada masyarakat.
Pendropingan bantuan ke Kecamatan Keo Tengah menjadi gambaran nyata bahwa dalam situasi bencana, batas-batas kewenangan antarlembaga harus dikesampingkan demi kepentingan masyarakat. Pemerintah daerah, perangkat daerah, TNI dan Polri bersatu dalam satu tujuan, yakni memastikan warga terdampak memperoleh bantuan dan pelayanan yang dibutuhkan.
Sinergitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem penanganan bencana yang lebih responsif. Ketika seluruh unsur bergerak secara bersama, proses pendataan kebutuhan, mobilisasi bantuan, distribusi logistik, hingga dukungan pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Lebih dari sekadar kegiatan penyaluran bantuan, keterlibatan lintas perangkat daerah dan aparat TNI-Polri di Kecamatan Keo Tengah menjadi pesan bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi situasi pascabencana seorang diri.
Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Kehadiran langsung di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa bantuan tidak hanya berhenti pada tingkat administrasi, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang terdampak.
Dengan semangat gotong royong, koordinasi dan sinergitas lintas sektor, penanganan pascagempa di Kabupaten Nagekeo diharapkan dapat berjalan semakin kuat dan terarah. Bantuan logistik, dukungan keamanan, serta keberlanjutan pelayanan kesehatan menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam proses pemulihan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan dan masyarakat menjadi modal penting untuk melewati masa tanggap darurat sekaligus mempercepat langkah menuju pemulihan kehidupan masyarakat Kecamatan Keo Tengah dan wilayah terdampak lainnya di Kabupaten Nagekeo.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo


Social Header