NAGEKEO - Metro Global News || Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa Flores kembali ditunjukkan melalui gerakan bantuan kemanusiaan di Desa Aeramo, Kabupaten Nagekeo.
Pengurus Posko Bencana Swadaya Aeramo, Ronald Rabu, bergerak cepat dengan menghubungkan masyarakat terdampak dengan sejumlah yayasan yang peduli terhadap korban bencana. Bantuan tersebut datang dari Yayasan Kita Bisa dan Yayasan Ratu Pecinta Damai.
Bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 1,5 ton, telur sebanyak 132 rak, kasur lantai 10 buah, ember 48 buah, popok anak, susu bayi, mie instan, serta air mineral.
Seluruh bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat Desa Aeramo yang terdampak gempa dan membutuhkan dukungan, khususnya kebutuhan pokok serta perlengkapan keluarga.
Penyaluran bantuan dipusatkan melalui Pos Bencana Swadaya di Caffe Pinggir Jalan Aeramo. Pengurus Pos Bencana Swadaya, Ronald Rabu dan Sil Ledhu, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Kita Bisa serta Yayasan Ratu Pecinta Damai yang telah hadir membantu masyarakat Aeramo di tengah kondisi sulit akibat bencana.
Koordinator Yayasan Ratu Pecinta Damai, Maria Virgo, mengatakan pihaknya menempuh perjalanan darat dari Maumere setelah sebelumnya berkomunikasi dengan Ronald Rabu terkait kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Desa Aeramo.
Menurut Maria, bantuan tersebut tidak hanya dikumpulkan dan dikirim dari jauh. Sebagian kebutuhan bantuan dibeli langsung di Mbay, kemudian diangkut dan diantar sendiri kepada masyarakat yang rumahnya terdampak bencana.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Bapak Ronald Rabu terkait bantuan untuk masyarakat Desa Aeramo. Kami datang melalui jalan darat dari Maumere. Bantuan dibeli di Mbay dan langsung kami antar sendiri ke rumah-rumah penduduk yang tertimpa bencana,” ujar Maria.
Gerakan tersebut menjadi contoh nyata bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Ketika masyarakat sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana, kehadiran relawan, yayasan, dan kelompok masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan di tingkat akar rumput.
Pos Bencana Swadaya Aeramo pun terus membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak yang ingin membantu masyarakat terdampak gempa. Semangat gotong royong diharapkan dapat terus tumbuh sehingga kebutuhan warga, terutama kebutuhan dasar, dapat terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo

Social Header