Breaking News

Responsibilitas Pelukis Impresionis ​Oleh: Hamid Nabhan

 ​Impresionisme bukan semata-mata masalah teknik. Di dalam impresionisme, kita membutuhkan penghayatan objek secara esensial dan menyeluruh, baik pada objek itu sendiri, suasananya, maupun estetikanya.  

   ​Bagaimana kita menentukan sudut pandang (angle) objek agar sebuah lukisan menjadi lebih menarik? Itulah pentingnya kita menghayati objek yang akan dilukis.  

   ​Saya membutuhkan kemampuan untuk menata objek, seperti saat melihat jatuhnya cahaya yang dikombinasikan dengan objek-objek di sekitarnya. Sebab, objek yang saya cari tidak semuanya memiliki kapasitas artistik. Sebagaimana ketika saya menghayati sekumpulan pohon di Pulau Madura atau bukit-bukit di Lembang, Bandung. Di sana saya menemukan hal-hal yang menarik dan tepat untuk dipresentasikan sesuai dengan apa yang saya harapkan. Proses kontemplatif dalam menghayati objek itulah yang disebut sebagai tanggung jawab seorang seniman dalam melahirkan sebuah karya. 

   ​Secara jujur, inilah pengalaman yang saya alami dalam berproses karya seni. Sebab, penghayatan dan pencarian objek membutuhkan waktu yang cukup lama saat berburu ke beberapa tempat yang saya kunjungi, semata-mata demi menemukan objek-objek yang memiliki kapasitas artistik.  

​Sebenarnya tidak mudah melakukan hal ini karena faktor cuaca juga ikut menentukan. Pernah seharian saya menunggu efek dari cuaca hanya karena sinar matahari tidak muncul akibat terhalang awan. 

   ​Itulah suka duka dalam berburu dan menghayati objek. Sebagai seorang seniman lukis, perannya tidak jauh berbeda dengan seniman fotografi yang selalu berburu cahaya untuk mendapatkan hasil karya yang maksimal.

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id