Impresionisme bukan semata-mata masalah teknik. Di dalam impresionisme, kita membutuhkan penghayatan objek secara esensial dan menyeluruh, baik pada objek itu sendiri, suasananya, maupun estetikanya.
Bagaimana kita menentukan sudut pandang (angle) objek agar sebuah lukisan menjadi lebih menarik? Itulah pentingnya kita menghayati objek yang akan dilukis.
Saya membutuhkan kemampuan untuk menata objek, seperti saat melihat jatuhnya cahaya yang dikombinasikan dengan objek-objek di sekitarnya. Sebab, objek yang saya cari tidak semuanya memiliki kapasitas artistik. Sebagaimana ketika saya menghayati sekumpulan pohon di Pulau Madura atau bukit-bukit di Lembang, Bandung. Di sana saya menemukan hal-hal yang menarik dan tepat untuk dipresentasikan sesuai dengan apa yang saya harapkan. Proses kontemplatif dalam menghayati objek itulah yang disebut sebagai tanggung jawab seorang seniman dalam melahirkan sebuah karya.
Secara jujur, inilah pengalaman yang saya alami dalam berproses karya seni. Sebab, penghayatan dan pencarian objek membutuhkan waktu yang cukup lama saat berburu ke beberapa tempat yang saya kunjungi, semata-mata demi menemukan objek-objek yang memiliki kapasitas artistik.
Sebenarnya tidak mudah melakukan hal ini karena faktor cuaca juga ikut menentukan. Pernah seharian saya menunggu efek dari cuaca hanya karena sinar matahari tidak muncul akibat terhalang awan.
Itulah suka duka dalam berburu dan menghayati objek. Sebagai seorang seniman lukis, perannya tidak jauh berbeda dengan seniman fotografi yang selalu berburu cahaya untuk mendapatkan hasil karya yang maksimal.

Social Header