Breaking News

Plein Air dan Cahaya Tropis ​Oleh: Hamid Nabhan

   ​Melukis di alam terbuka (plein air) adalah ruang di mana pelukis berhadapan langsung dengan cuaca dan pergeseran waktu. Di bawah naungan langit tropis, tantangan terbesar seorang pelukis impresionis bukan hanya memilih objek yang artistik, melainkan kebiasaan dan kepekaannya dalam menangkap dinamika cahaya matahari.  

   ​Dalam proses berkarya di lapangan, saya memiliki kebiasaan dan kecenderungan tersendiri dalam meresapi jatuhnya sinar matahari. Saya sangat menyukai bias cahaya di pagi hari. Cahaya pagi memiliki karakter murni yang begitu indah yaitu suasananya hangat, lembut, dan kaya akan kejernihan spektrum warna. Sinar pagi jatuh membentuk sudut yang miring, menciptakan bayangan-bayangan meliuk panjang yang memberi irama serta nilai gelap-terang (value) yang sangat eksotis pada tanah, rumput, maupun pepohonan.

   Ada kesegaran atmosfer yang mengundang intuisi kita untuk segera menari di atas kanvas.  

​Sangat berbeda jika kita melukis di tengah hari atau menjelang sore saat paparan sinar mentari sudah begitu pekat. Cahaya di waktu-waktu tersebut kaya akan radiasi yang tajam dan menyengat. Sinarnya yang tepat berada di atas kepala membuat kontras warna menjadi terlalu keras, bayangan memendek dan kaku, serta merusak kelembutan transisi warna objek. Efek visual yang ditimbulkan terkadang membuat mata cepat lelah dan kehilangan kepekaan dalam membaca nuansa estetis.

   ​Itulah mengapa kebiasaan menangkap cahaya pagi menjadi momentum emas dalam proses plein air. Dalam rentang waktu yang relatif singkat itu, pelukis dituntut bergerak cepat, menangkap esensi sinar mentari sebelum ia bergeser naik. Kita mengejar momen ketika alam menyajikan warna-warna bahagianya seperti  cobalt langit yang tenang dipadu ochre serta sap green daun yang tersiram kehangatan pagi.  

   ​Plein air pada akhirnya bukan sekadar melukis pemandangan di luar rumah. Ini adalah ritual spiritual seorang pelukis dalam menyerap energi dan kejernihan cahaya, membawa kesegaran pagi itu ke dalam tiap goresan kuas agar ia tetap terlihat segar di atas kanvas.

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id