Breaking News

Petani Desa Waekokak Dibayangi Ancaman Gagal Panen, Irigasi Rusak Akibat Gempa M 7,7


NAGEKEO, Metro Global News — Ancaman gagal panen mulai membayangi petani di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Jaringan irigasi yang menjadi infrastruktur vital bagi kegiatan budidaya pertanian mengalami kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores.

Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap distribusi air menuju areal persawahan dan lahan pertanian masyarakat. Bagi petani, kondisi ini menjadi persoalan serius karena tanaman yang sedang berada dalam fase pertumbuhan membutuhkan pasokan air secara berkelanjutan untuk mempertahankan pertumbuhan, produktivitas, hingga mencapai masa panen.

Informasi di lapangan menyebutkan, kerusakan jaringan irigasi berpotensi memengaruhi sekitar 160 hektare lahan pertanian di wilayah Waekokak. Sejumlah bagian saluran dilaporkan mengalami kerusakan dan patah akibat kuatnya guncangan gempa, sehingga fungsi jaringan dalam mengalirkan air ke kawasan pertanian terganggu.

Bagi sektor pertanian, kerusakan irigasi bukan semata persoalan infrastruktur. Air merupakan salah satu faktor produksi utama dalam sistem budidaya tanaman. Gangguan terhadap ketersediaan air dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, produktivitas lahan, hasil produksi, hingga pendapatan rumah tangga petani.

Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, berkurangnya pasokan air berpotensi menyebabkan tanaman mengalami cekaman kekeringan, pertumbuhan tidak optimal, penurunan produktivitas, bahkan meningkatkan risiko gagal panen.

Dampaknya pun tidak berhenti pada lahan pertanian. Penurunan produksi dapat berimbas terhadap pendapatan petani dan aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan. Dalam skala yang lebih luas, terganggunya produksi pertanian juga dapat memengaruhi ketersediaan pangan dan ketahanan pangan masyarakat.

BBWS Nusa Tenggara II Turun Tangan

Merespons kerusakan tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II telah turun langsung melakukan penanganan terhadap jaringan irigasi yang terdampak gempa.

Penanganan diarahkan untuk memulihkan fungsi jaringan sehingga distribusi air ke lahan pertanian dapat kembali berjalan. Percepatan pekerjaan menjadi penting karena setiap keterlambatan berpotensi memperbesar dampak terhadap tanaman yang masih membutuhkan pasokan air.

Bagi petani Waekokak, jaringan irigasi memiliki arti strategis. Infrastruktur tersebut bukan hanya sarana teknis untuk mengalirkan air, tetapi merupakan bagian integral dari sistem produksi pertanian yang menopang kehidupan masyarakat.

Kelancaran irigasi berkaitan langsung dengan keberhasilan budidaya, produktivitas lahan, hasil panen, pendapatan keluarga petani, serta keberlanjutan ketersediaan pangan di tingkat masyarakat.

Karena itu, petani berharap pemulihan yang dilakukan BBWS Nusa Tenggara II dapat berlangsung cepat dan efektif. Aliran air diharapkan segera kembali normal dan mampu menjangkau seluruh areal pertanian yang terdampak.

Pemulihan juga diharapkan tidak berhenti pada perbaikan darurat. Pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan, saluran, serta bangunan irigasi diperlukan untuk memastikan seluruh sistem berada dalam kondisi aman dan dapat kembali berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.

Menjaga Produksi Pangan Pascabencana

Di tengah masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa, sektor pertanian membutuhkan perhatian yang proporsional. Penanganan bencana tidak cukup hanya berorientasi pada penyelamatan warga dan perbaikan infrastruktur dasar, tetapi juga perlu memastikan sumber penghidupan masyarakat tetap berjalan.

Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam menopang ekonomi masyarakat pedesaan sekaligus menjaga ketersediaan pangan. Karena itu, pemulihan jaringan irigasi Waekokak menjadi bagian penting dari agenda pemulihan pascabencana.

Menyelamatkan lahan pertanian berarti menyelamatkan sumber penghidupan petani. Sementara memastikan air kembali mengalir ke lahan bukan hanya tentang menyelamatkan tanaman, tetapi juga menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat Nagekeo.

Dengan demikian, percepatan pemulihan jaringan irigasi Waekokak menjadi kebutuhan mendesak agar dampak gempa tidak berkembang menjadi persoalan baru di sektor pertanian, terutama berupa penurunan produksi, kehilangan pendapatan petani, dan ancaman gagal panen.

Penulis : James Bisara
MGN     : Nagekeo
© Copyright 2022 - metroglobalnews.id