NAGEKEO - Metro Global News || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dikenal sebagai program pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, disebut Bupati Nagekeo Simplisius Donatus memiliki dampak yang lebih luas terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Dalam laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja pascagempa Flores di Nagekeo, Simplisius Donatus bahkan mengaitkan pelaksanaan MBG dengan menurunnya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Menurut Simplisius Donatus, kesimpulan tersebut diperoleh pemerintah daerah melalui survei informal yang dilakukan setelah program MBG berjalan di sejumlah wilayah Nagekeo.
Ia mengatakan, selain menanyakan tingkat kehadiran dan kebugaran siswa, pemerintah daerah juga melakukan pengamatan terhadap kondisi sosial masyarakat yang terlibat dalam kegiatan MBG.
“Yang ketiga juga kami mensurvei dengan kegiatan sosial, di mana dulunya masyarakat dengan tingkat KDRT-nya yang tinggi, sekarang berkurang,” kata Simplisius Donatus dalam paparannya kepada Presiden.
Penghasilan dari MBG Diklaim Mengurangi Tekanan Ekonomi
Simplisius Donatus kemudian menjelaskan alasan yang menurutnya menjadi salah satu faktor berkurangnya konflik dalam rumah tangga.
Ia menggambarkan bahwa persoalan ekonomi, khususnya ketika kebutuhan rumah tangga tidak dapat dipenuhi, dapat menjadi pemicu pertengkaran antara suami dan istri.
Menurutnya, sebelum mendapatkan penghasilan dari kegiatan MBG, terdapat kondisi ketika istri meminta uang kepada suami. Ketika suami tidak memiliki uang, persoalan tersebut kemudian dapat berkembang menjadi konflik rumah tangga.
“Dulunya istri tuntut minta uang, ketika uangnya tidak ada, suaminya marah, pukul istri,” ujar Simplisius Donatus.
Namun, menurut dia, situasi tersebut mulai berubah setelah sebagian masyarakat memperoleh penghasilan melalui kegiatan MBG.
“Sekarang kalau suaminya tidak kasih uang, dia punya uang sendiri dari MBG ini. Mereka punya penghasilan,” katanya.
Simplisius Donatus menilai, adanya penghasilan sendiri bagi masyarakat yang terlibat dalam program MBG memberikan ruang ekonomi yang lebih besar bagi keluarga.
Ia bahkan menyebut temuan tersebut sebagai sesuatu yang sebelumnya tidak banyak dibayangkan.
“Ini hal yang memang tidak orang bayangkan,” kata Simplisius Donatus.
Meski demikian, Simplisius Donatus menyampaikan hubungan antara MBG dan penurunan KDRT tersebut sebagai hasil survei nonformal pemerintah daerah.
Dalam paparannya, tidak dijelaskan secara rinci jumlah kasus KDRT sebelum dan setelah program MBG, jumlah responden, wilayah survei, maupun metode yang digunakan untuk mengukur perubahan tersebut.
Karena itu, klaim bahwa MBG secara langsung menurunkan KDRT masih perlu dibuktikan dengan data yang lebih terukur.
MBG pada dasarnya merupakan program yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi. Sementara KDRT merupakan persoalan sosial yang memiliki banyak faktor, termasuk kondisi ekonomi, relasi dalam keluarga, lingkungan sosial, serta faktor lainnya.
Namun, dari sudut pandang pemerintah Kabupaten Nagekeo, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan MBG dinilai memberikan efek ekonomi tambahan yang kemudian disebut berdampak terhadap kehidupan rumah tangga.
Pernyataan mengenai KDRT tersebut disampaikan Simplisius Donatus dalam sebuah forum yang sebenarnya didominasi laporan mengenai kondisi Nagekeo setelah gempa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati melaporkan sejumlah fasilitas pelayanan publik mengalami gangguan serius. Dua rumah sakit disebut tidak dapat memberikan pelayanan secara normal, sementara dari sembilan puskesmas, lima di antaranya tidak berfungsi.
Pelayanan kesehatan kemudian dilakukan di luar gedung dengan memanfaatkan tenda.
Di sektor pendidikan, Simplisius Donatus juga melaporkan sekitar 80 persen sekolah di Nagekeo tidak dapat berfungsi dengan baik. Pemerintah daerah pun meminta bantuan pemerintah pusat untuk menyediakan tenda yang dapat digunakan sebagai ruang belajar sementara.
Di tengah laporan kondisi darurat tersebut, Simplisius Donatus tetap menyelipkan evaluasi mengenai program MBG.
Ia menyebut program tersebut juga telah membantu pemerintah daerah dalam penanganan pengungsi pascagempa. Sebanyak 11 tenaga dapur MBG disebut turut membantu operasional dapur umum untuk menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat terdampak bencana.
Simplisius Donatus juga menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Nagekeo masih membutuhkan dukungan agar pelaksanaan MBG dapat berjalan lebih luas.
Ia menyebut terdapat 49 jatah atau titik pelaksanaan MBG, tetapi yang dapat bergerak baru sekitar separuh.
Karena itu, ia meminta pemerintah pusat memberikan skema bantuan yang dapat memperlancar pelaksanaan program tersebut di Nagekeo.
Bagi Simplisius Donatus, MBG tidak hanya berkaitan dengan makanan bergizi bagi siswa, tetapi juga berpotensi membuka kesempatan kerja dan memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat.
Dari sinilah kemudian muncul klaim bahwa program tersebut turut memberikan dampak sosial terhadap keluarga, termasuk disebut mampu mengurangi KDRT.
Pernyataan Bupati Nagekeo ini menjadi menarik karena memperluas narasi mengenai dampak MBG dari sekadar persoalan gizi dan kehadiran siswa menjadi isu ekonomi keluarga dan sosial masyarakat.
Namun, klaim mengenai penurunan KDRT perlu ditempatkan secara proporsional.
Tanpa data pembanding sebelum dan sesudah program, belum dapat dipastikan bahwa penurunan KDRT semata-mata disebabkan oleh MBG.
Pemerintah daerah perlu membuka data dan metode survei yang menjadi dasar klaim tersebut agar publik dapat melihat apakah benar terdapat korelasi yang signifikan antara keterlibatan masyarakat dalam program MBG, peningkatan pendapatan, dan penurunan kasus KDRT.
Apalagi, pernyataan tersebut disampaikan di hadapan Presiden dalam momentum penanganan bencana. Publik tentu membutuhkan informasi yang tidak hanya berupa klaim, tetapi juga data yang dapat diverifikasi.
Dengan demikian, MBG di Nagekeo kini tidak hanya menjadi cerita tentang makanan bergizi bagi siswa. Program tersebut juga diklaim pemerintah daerah telah membuka akses penghasilan bagi masyarakat dan bahkan disebut membawa dampak terhadap relasi sosial dalam rumah tangga.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo

Social Header