Lamongan – mgn.id. || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kemandirian pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan Panen Raya Padi di Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Lapas Lamongan, Kamis pagi (20/8/2026).
Kegiatan panen raya diawali dengan prosesi simbolis pemotongan padi menggunakan sabit oleh Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan beserta jajaran. Prosesi tersebut menjadi tanda dimulainya panen hasil pertanian yang selama ini dikelola di lahan SAE Lapas Lamongan.
Lahan persawahan yang berada di SAE Lapas Lamongan memiliki luas sekitar 1,8 hektare. Pengelolaan lahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari program pertanian produktif sekaligus sarana pembelajaran bagi warga binaan yang mengikuti program asimilasi.
Panen raya padi ini merupakan salah satu langkah nyata Lapas Lamongan dalam mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya program terkait kemandirian pangan melalui sektor pertanian. Melalui pemanfaatan lahan SAE, Lapas Lamongan berupaya mengoptimalkan potensi lahan untuk menghasilkan produk pangan sekaligus menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan yang mengikuti program asimilasi turut dilibatkan dalam berbagai proses pengelolaan pertanian di SAE, mulai dari perawatan tanaman hingga proses panen. Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan kemandirian yang diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa pidana.
Kalapas Lamongan, Andi Hasyim, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian di SAE tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan pembentukan keterampilan bagi warga binaan.
“Panen raya ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas Lamongan dalam mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui program pertanian. Di sisi lain, kami juga ingin memastikan warga binaan mendapatkan keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Andi Hasyim.
Menurutnya, pelibatan warga binaan dalam pengelolaan SAE memberikan pengalaman langsung dalam bidang pertanian sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan kemandirian.
“Harapannya, keterampilan yang mereka dapatkan selama mengikuti pembinaan di SAE tidak berhenti di dalam Lapas. Setelah bebas nanti, mereka bisa memanfaatkan ilmu dan pengalaman tersebut untuk bekerja maupun mengembangkan usaha di bidang pertanian, sehingga dapat kembali ke masyarakat dengan lebih siap dan produktif,” tambahnya.
Melalui kegiatan panen raya ini, Lapas Lamongan terus berupaya mengembangkan SAE sebagai ruang pembinaan yang produktif, sekaligus mendukung ketahanan dan kemandirian pangan. Program pertanian tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi Lapas, warga binaan, maupun masyarakat.
(Red)



Social Header