Breaking News

Ketua PMI Nagekeo Perkuat Layanan RFL bagi Penyintas Gempa di Aeramo

NAGEKEO - Metro Global News || Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, terus mendorong penguatan layanan kemanusiaan bagi para penyintas gempa, khususnya di lokasi-lokasi pengungsian yang membutuhkan pendampingan selama masa tanggap darurat.

Salah satu perhatian tersebut diwujudkan melalui kegiatan Restoring Family Links (RFL) dan diseminasi layanan PMI di Posko 1 Gua Maria BTN, Desa Aeramo.

Kristianus Pantaleon Jogo hadir dalam kegiatan tersebut bersama Koordinator Subhan dari PMI Provinsi Sulawesi Selatan. Kehadiran jajaran PMI ini sekaligus memastikan layanan kemanusiaan dapat diakses para penyintas, terutama berkaitan dengan persoalan komunikasi dan hubungan antaranggota keluarga yang terdampak bencana.

Di Posko Gua Maria BTN tercatat 43 kepala keluarga dengan jumlah 191 jiwa. Para penyintas terdiri dari tiga bayi, 10 balita, 64 anak dan remaja, 85 orang dewasa, serta 25 lansia.

Sementara kelompok yang membutuhkan perhatian khusus terdiri dari satu ibu hamil, tiga ibu menyusui dan satu penyandang disabilitas.

Dalam kegiatan tersebut, PMI Nagekeo memberikan edukasi mengenai Restoring Family Links (RFL). Layanan ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan PMI untuk membantu masyarakat yang kehilangan kontak dengan anggota keluarga atau menghadapi kemungkinan keterpisahan akibat bencana.

Kristianus menempatkan edukasi RFL sebagai bagian penting dari upaya PMI memastikan penyintas tidak hanya mendapatkan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga memperoleh dukungan ketika menghadapi persoalan keluarga dan komunikasi selama berada di pengungsian.

Berdasarkan hasil pemantauan di Posko 1 Gua Maria BTN, hingga kunjungan dilakukan belum terdapat laporan mengenai keluarga yang terpisah.

Meski demikian, PMI Nagekeo tetap membuka akses layanan RFL dan melakukan pemantauan terhadap kondisi penyintas. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila di kemudian hari ditemukan warga yang kehilangan kontak dengan anggota keluarganya.

Selain persoalan hubungan keluarga, Kristianus bersama tim PMI juga mencermati kebutuhan dasar para penyintas di lokasi pengungsian.

Salah satu kebutuhan yang teridentifikasi adalah ketersediaan air minum. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan harian ratusan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Ketua PMI Nagekeo menegaskan pentingnya kehadiran PMI secara langsung di tengah masyarakat terdampak. Menurutnya, pemantauan lapangan diperlukan agar kebutuhan penyintas dapat diketahui secara nyata dan layanan kemanusiaan dapat diarahkan sesuai kondisi masing-masing lokasi.

Melalui kegiatan tersebut, PMI Nagekeo di bawah kepemimpinan Kristianus Pantaleon Jogo terus memperkuat respons kemanusiaan pascagempa, tidak hanya melalui bantuan material, tetapi juga melalui layanan perlindungan, pemulihan hubungan keluarga, edukasi dan pemantauan kebutuhan penyintas.

Bagi PMI, memastikan keluarga tetap terhubung merupakan bagian penting dari pemulihan masyarakat di tengah situasi darurat bencana.


Penulis : James Bisara

MGN     : Nagekeo

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id