Breaking News

Cemas yang Teduh dalam Karya Tyo Hartono ​Oleh: Hamid Nabhan

   ​Seni digital kontemporer terus berkembang memberi ruang baru bagi lahirnya karya-karya yang sarat eksplorasi batin. Melalui ketajaman garis digital yang tegas namun dibalut kelembutan warna, Tyo berhasil menghadirkan nuansa kontemplatif yang langsung menyapa emosi siapa pun yang memandangnya.

   ​Lukisan "Melangkah Tanpa Tanya" ini lahir dari ruang kegelisahan yang sangat personal, yaitu momen saat seorang anak yang amat dicintai terlambat pulang dari sekolah. Rasa cemas, rindu, dan kasih sayang orang tua meluap menjadi satu, terekam dalam sosok anak kecil beransel yang berjalan menatap deretan gedung perkotaan.

   ​Di balik aspek estetikanya, tersembunyi pesan kehati-hatian, sebuah ingatan halus akan pentingnya perlindungan dan kewaspadaan di tengah hingar-bingar zaman.

​Meski penyair Lebanon Kahlil Gibran pernah menuliskan, "Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra-putri kehidupan yang rindu pada dirinya sendiri," namun sebagai orang tua, rasa cemas dan kasih sayang tidak pernah bisa dibatasi oleh teori filosofis mana pun. Kegelisahan seorang ayah atau ibu adalah manifestasi cinta murni yang paling alami, walau pada akhirnya disadari bahwa sang anak akan terus melangkah menempuh jalannya sendiri.

   ​Karya seorang Tyo Hartono yang lahir pada tanggal 17 Agustus ini seolah menjadi hadiah kontemplatif dan pijakan berarti dalam perjalanan seninya. Harapan besar tersemat agar ia terus konsisten berkarya, semakin berkembang pesat, dan karya-karyanya kian digemari oleh publik seni yang luas.


​Surabaya, 25 Agustus 2026

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id