NAGEKEO - Metro Global News || Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menyampaikan kondisi fiskal daerah dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah terkait penanganan serta pemulihan pascabencana gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Simplisius menyampaikan bahwa Kabupaten Nagekeo pada 2026 mengalami pemotongan transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp148 miliar.
Menurut Bupati Simplisius, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kapasitas fiskal daerah. Di tengah kebutuhan penanganan dan pemulihan pascagempa, pemerintah daerah membutuhkan dukungan anggaran yang memadai agar pelayanan publik dan pembangunan dasar tetap berjalan.
Karena itu, Bupati Simplisius meminta Presiden Prabowo mempertimbangkan pengembalian transfer pusat yang sebelumnya mengalami pemotongan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan ruang fiskal kepada pemerintah daerah dalam menangani kebutuhan yang bersifat mendesak.
“Dalam kondisi macam ini untuk Kabupaten Nagekeo, kami mohon kepada Bapak Presiden untuk bisa mengembalikan transfer pusat ini supaya kami bisa mengerjakan hal-hal yang darurat,” ujar Bupati Simplisius.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki sejumlah kewajiban yang membutuhkan pembiayaan langsung, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di wilayah pedalaman.
Menurutnya, tidak seluruh kebutuhan masyarakat di daerah dapat ditangani melalui program pemerintah pusat. Sejumlah persoalan yang bersifat lokal dan mendesak tetap membutuhkan intervensi pemerintah kabupaten.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting setelah gempa bumi yang melanda wilayah Nagekeo. Pemerintah daerah kini dihadapkan pada kebutuhan penanganan dampak bencana sekaligus pemulihan kehidupan masyarakat, pelayanan publik, infrastruktur dan aktivitas ekonomi.
Dengan ruang fiskal yang lebih memadai, pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program tanggap darurat dan pemulihan sesuai kewenangan daerah.
Permintaan Bupati tersebut menjadi bagian dari pembahasan pemerintah dalam memperkuat koordinasi penanganan pascabencana, terutama agar proses pemulihan tidak hanya bergantung pada bantuan darurat, tetapi juga didukung kemampuan fiskal pemerintah daerah.
Bagi Pemerintah Kabupaten Nagekeo, dukungan fiskal dari pemerintah pusat dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak gempa.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo

Social Header