Breaking News

Bupati Nagekeo Lepas Penyaluran Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Pusat untuk Warga Terdampak Gempa


NAGEKEO -  Metro Global News || Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, secara resmi melepas penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Pusat bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Jumat (21/8/2026).

Pelepasan penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat bencana gempa bumi, khususnya kebutuhan pangan bagi warga yang terdampak langsung maupun masyarakat yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nagekeo, Jhon Boleng dari Partai NasDem, serta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nagekeo, Yohanes Siga dari Partai Gerindra. Kegiatan juga dihadiri perwakilan Perum BULOG dan jajaran Pemerintah Kabupaten Nagekeo terkait.

Pelepasan secara simbolis tersebut sekaligus menandai dimulainya tahapan distribusi bantuan CPP kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Nagekeo.

Untuk tahap awal, penyaluran bantuan dilakukan di Kecamatan Aesesa Selatan dengan alokasi beras sebanyak 41,745 ton. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 2.463 kepala keluarga atau 8.349 jiwa masyarakat terdampak yang telah masuk dalam data penerima bantuan.

Secara keseluruhan, Kabupaten Nagekeo memperoleh alokasi bantuan Cadangan Pangan Pemerintah sebanyak 661,176 ton beras. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat terdampak yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Nagekeo.

Bupati Simplisius Donatus dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa penetapan jumlah bantuan pada masing-masing wilayah dilakukan dengan mempertimbangkan usulan kebutuhan serta data masyarakat terdampak yang disampaikan oleh pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.

Menurutnya, akurasi data menjadi salah satu aspek penting dalam proses penyaluran bantuan pemerintah. Karena itu, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dan kelurahan diminta memastikan bahwa data penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat terdampak di lapangan.

“Alokasi bantuan ini telah disesuaikan dengan usulan dan data penerima yang masuk. Karena itu, kita berharap seluruh jajaran di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dapat memastikan data tersebut benar-benar akurat sehingga bantuan yang disalurkan pemerintah dapat diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan,” ujar Bupati Simplisius.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan proses distribusi bantuan berjalan sesuai mekanisme, tertib administrasi, transparan, serta tepat sasaran.

Bupati juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan kepada kecamatan lainnya akan dilaksanakan secara bertahap setelah proses verifikasi dan validasi data penerima dari masing-masing desa dan kelurahan diselesaikan.

Menurutnya, proses administrasi tidak boleh menjadi faktor yang menghambat masyarakat terdampak untuk memperoleh bantuan pangan yang telah dialokasikan oleh pemerintah.

“Jangan biarkan keterlambatan administrasi menghambat bantuan sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Koordinasi harus diperkuat dan proses administrasi harus segera diselesaikan, sehingga bantuan dapat bergerak lebih cepat kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga meminta para camat untuk mengambil peran aktif dalam melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan, termasuk memastikan kesiapan teknis distribusi di wilayah masing-masing.

Koordinasi tersebut dinilai penting mengingat kondisi masyarakat pascabencana membutuhkan penanganan yang cepat, terukur, dan terintegrasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta lembaga terkait lainnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan Cadangan Pangan Pemerintah yang dialokasikan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat selama masa tanggap darurat, sekaligus mengurangi beban ekonomi keluarga yang terdampak akibat bencana.

Bupati Simplisius menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek evakuasi dan pemulihan infrastruktur, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pangan, air bersih, kesehatan, tempat tinggal sementara, serta kebutuhan dasar lainnya.

“Bantuan ini adalah tanda bahwa kita tidak berjuang sendirian. Ada perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat kepada masyarakat Nagekeo yang sedang menghadapi masa sulit. Kita berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi bagian dari proses pemulihan pascabencana,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan distribusi, Pemkab Nagekeo juga menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas. Setiap tahapan penyaluran diharapkan dapat dilaksanakan berdasarkan data yang telah diverifikasi sehingga tidak terjadi kesalahan penerima maupun persoalan administrasi di kemudian hari.

Pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan juga diminta mendokumentasikan proses distribusi serta memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima sesuai data.

Pemkab Nagekeo berharap seluruh pihak dapat menjaga sinergi dan komunikasi selama proses penyaluran berlangsung. Pemerintah daerah bersama DPRD, Perum BULOG, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan distribusi bantuan di lapangan.

Dengan adanya dukungan Cadangan Pangan Pemerintah tersebut, pemerintah daerah berharap kebutuhan pangan masyarakat terdampak dapat tetap terjamin selama masa tanggap darurat, sekaligus mendukung proses pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana gempa bumi.

Penyaluran bantuan CPP ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kondisi kedaruratan akibat bencana.


Penulis : James Bisara

MGN     : Nagekeo

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id