Breaking News

Bupati Nagekeo Hadiri Panen Garam Perdana Tahun 2026 - PT. Cheetam Salt Indonesia - Nggolonio

Nagekeo - mgn.id. Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus melakukan kunjungan kerjanya ke Lokasi Tambak Garam PT. Cheetam Salt Indonesia yang berlokasi di Nggolonio Desa Nggolonio Kecamatan Aesesa pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Selain memantau aktivitas di lahan  garam industri tersebut, Bupati Simplisius didampingi Direktur Utama PT. Cheetam Salt Indonesia, Nggolonio Artur Tanudjaja juga hadiri langsung panen garam perdana di tahun ini. Saat kunjungan Bupati didampingi para Pimpinan OPD ada Kadis Perikanan dan Kelautan, Kadis Transmigrasi  dan Ketenagakerjaan, Kadis  PTSP, Kadis Lingkungan Hidup, Camat Aesesa, Kabag Pemerintahan dan pejabat lainnya.

Disela-sela kunjungan, Artur Tanudjaja mengatakan Potensi 

garam Nggolonio saat in  menjadi yang terbaik di Indonesia dengan produksi garam industri berkualitas tinggi. Ia sampaikan bahwa tahun ini, pencapaian target kadar kemurnian (kadar NaCl) mencapai 98% dimana kadar tersebut merupakan natrium klorida berderajat kemurnian tinggi yang dikategorikan sebagai garam industri atau garam berkualitas tinggi dengan kandungan senyawa pengotor lainnya sangat rendah.

"Kami menargetkan disini, kemurniannya 98%, karena tahun lalu masih 95% itu sudah berat, itu karena tanah disini itu, masih banyak mengandung mikrobiologi seperti gas, limbah ternak sapi  yang sepanjang tahun itu mempengaruhi air laut," ujarnya.

Artur juga menyebut bahwa di tahun  2026 ini sebuah pencapaian  yang luar biasa dimana kadar kemurnian garam telah mencapai 98% dan ini menjadi yang pertama di Indonesia.

" Purity 98% ini di Indonesia baru di kita, baru di Nagekeo, dan kita baru capai tahun ini," sebutnya.

Sedangkan untuk produktivitasnya disebutkan bahwa tahun ini ditargetkan sebanyak.20.000 ton dan tentunya juga sangat bergantung pada intensitas panas matahari yang sangat potensial untuk kristalisasi garam berkualitas tinggi.

" Setiap 35 hari panen dan untuk satu meja hasilkan 90 ton. Kita tergetkan 20.000 ton tahun ini,  tahun lalu hasilnya 11.000 ton baru  setengahnya dan tahun ini dengan dukungan cuaca  panas kita berharap meningkat. Garam itu tahun demi tahun itu akan lebih baik dan lebih banyak ''ungkap Artur.

Selain itu, tenaga kerja saat panen menggunakan tenaga kerja lokal hampir 80% dan waktu kerja 7-8 jam dengan upah Rp.160.000/ hari .

Bupati Nagekeo, Simplisius  Donatus menyampaikan Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyambut baik hasil panen garam PT Cheetham  Salt  Indonesia - Nggolonio pada tahun ini yang menunjukkan hasil yang sangat baik. 

"Ini tentu menjadi kabar positif bagi kita semua, karena hasil yang ada menunjukkan peningkatan potensi garam di Kabupaten Nagekeo dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan," ujarnya.

Bupati juga berharap hasil produksi yang baik itu, terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. 

Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap investasi yang memberikan manfaat bagi daerah, terutama dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

"Saya juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen dan seluruh pekerja PT Cheetham Flores Indonesia yang telah bekerja keras sehingga proses produksi dan panen tahun ini dapat berjalan dengan baik," pungkas Bupati Simplisius.

(James Bisara)

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id