NAGEKEO, Metro Global News || Di tengah duka dan keterbatasan yang masih dirasakan masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Flores, gelombang kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terus mengalir dari berbagai penjuru.
Bank Syariah Nasional (BSN), melalui Yayasan Indonesia Emas Mardeka, memilih hadir langsung di tengah masyarakat Nagekeo. Kehadiran tersebut bukan sekadar membawa bantuan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih berada dalam masa tanggap darurat pascagempa.
Tim BSN yang dikoordinasikan oleh Ahmad Rizky Kurniawan dan Martin Pavon tiba di wilayah Aeramo, Kabupaten Nagekeo, pada 22 Agustus 2026. Setibanya di lokasi, tim langsung bergerak mendirikan dapur umum yang dipusatkan di salah satu kafe di pinggir jalan.
Dapur umum itu kemudian menjadi pusat pelayanan makanan bagi masyarakat terdampak sekaligus menjadi simbol nyata kehadiran BSN bersama warga dalam menghadapi masa-masa sulit pascabencana.
BSN menargetkan pendistribusian sebanyak 10.000 paket makanan bagi masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo.
Hingga 25 Agustus 2026, atau sejak dimulainya kegiatan pada 22 Agustus, BSN bersama para relawan telah berhasil mendistribusikan sekitar 3.000 kotak makanan siap saji kepada masyarakat terdampak.
Menjangkau Sejumlah Wilayah Terdampak
Pendistribusian makanan dilakukan dengan menyasar sejumlah wilayah yang terdampak gempa, antara lain Desa Aeramo, Kelurahan Danga, Desa Nangadhero, Desa Totomala, Desa Marapokot, serta keluarga dari Kelurahan Lape yang mengungsi secara mandiri di Malaruma.
Bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, mengalami kerusakan rumah, maupun harus bertahan di lokasi pengungsian, kehadiran dapur umum menjadi bantuan yang sangat berarti.
Di tengah situasi darurat, makanan bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Setiap paket yang dibagikan menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan masyarakat sekaligus memberikan semangat kepada keluarga terdampak agar tetap kuat menghadapi situasi pascabencana.
“Ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab kemanusiaan. Bencana yang sedang dialami masyarakat Flores menjadi perhatian serius bagi kami. Dengan panggilan jiwa dan komitmen kemanusiaan, kami hadir untuk membantu masyarakat terdampak,” demikian semangat yang dibawa tim BSN dalam menjalankan aksi kemanusiaan tersebut.
Bukan Sekadar Bantuan, Tetapi Solidaritas
Kehadiran BSN di Nagekeo memperlihatkan bahwa penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Solidaritas masyarakat, dunia usaha, yayasan, organisasi sosial, relawan dan berbagai kelompok kemanusiaan menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat melewati masa sulit dan bangkit dari dampak bencana.
Di tengah suasana duka dan keterbatasan, tangan-tangan kemanusiaan yang datang dari berbagai daerah menjadi penguat bagi masyarakat terdampak bahwa mereka tidak sendirian.
Dapur umum yang didirikan BSN menjadi gambaran nyata bagaimana kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, namun sangat berarti: menyediakan makanan, melayani warga dan hadir bersama mereka di tengah situasi sulit.
Pihak BSN berharap keberadaan dapur umum tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi para korban dan keluarga terdampak.
“Mudah-mudahan dengan adanya dapur umum ini, para kerabat dan saudara kita yang menjadi korban bencana dapat memperoleh manfaat secara langsung dan sedikit membantu mengurangi kesedihan dalam tragedi ini,” ungkap pihak BSN.
BSN juga menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat terdampak agar tetap kuat dan saling menopang satu sama lain.
“Semoga semua yang terdampak tetap tegar dan selalu saling menguatkan,” menjadi pesan kemanusiaan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Dari Dapur Umum, Lahir Harapan
Di tengah puing-puing bangunan, kehilangan dan ketidakpastian yang masih dirasakan masyarakat Nagekeo, kepedulian seperti yang ditunjukkan BSN menjadi bagian dari harapan untuk bangkit.
Sebab, pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan material. Masyarakat juga membutuhkan kehadiran, perhatian dan rasa persaudaraan.
BSN bersama Yayasan Indonesia Emas Mardeka memilih untuk tidak sekadar menyaksikan penderitaan masyarakat. Mereka datang, mendirikan dapur umum, memasak, membagikan makanan dan berdiri bersama warga dalam menghadapi masa-masa sulit pascagempa.
Target 10.000 paket makanan yang disiapkan bukan sekadar angka dalam sebuah aksi sosial. Di balik setiap paket terdapat pesan kemanusiaan: bahwa di tengah bencana, masih ada tangan yang terulur, masih ada saudara yang peduli dan masih ada harapan bagi masyarakat Nagekeo untuk bangkit.
Dari Aeramo, kepedulian itu bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak. Dari sebuah dapur umum sederhana, semangat kemanusiaan terus dinyalakan.
Karena dalam setiap bencana, yang dibutuhkan bukan hanya bantuan untuk bertahan hidup, tetapi juga keyakinan bahwa masyarakat tidak pernah berjuang sendirian.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo


Social Header