ENDE, Metro Global News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende resmi memulai proyek penataan Lapangan Pancasila dengan memasang pagar di sekeliling kawasan sebagai tanda dimulainya pekerjaan fisik. Di tengah munculnya kekhawatiran masyarakat terkait perubahan fungsi lapangan, Pemkab memastikan Lapangan Pancasila tetap menjadi ruang publik yang dapat digunakan untuk kegiatan keagamaan, kenegaraan, maupun olahraga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ende, Mustaqim Mberu, mengatakan pemasangan pagar merupakan bagian dari paket rehabilitasi Lapangan Pancasila tahun anggaran 2026.
"Lapangan Pancasila mulai dipagari. Ini menandakan pekerjaan penataan sudah dimulai," kata Mustaqim kepada Kominfo Ende, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, pekerjaan tahun ini meliputi pembangunan pagar keliling dan lintasan lari (jogging track). Penataan dilakukan untuk meningkatkan kualitas kawasan sekaligus menjaga aset milik pemerintah daerah agar lebih aman, bersih, dan tertata.
Menjawab berbagai isu yang beredar di tengah masyarakat, Mustaqim menegaskan penataan tersebut tidak akan menghilangkan fungsi utama Lapangan Pancasila.
"Lapangan Pancasila tetap dapat digunakan untuk upacara Hari Besar Nasional, pelaksanaan salat Id bagi umat Muslim, maupun aktivitas olahraga seperti latihan mini soccer," tegasnya.
Ia menjelaskan, proyek rehabilitasi dengan nomenklatur Sport Center itu memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari kalender, dimulai pada pertengahan Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Ende mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.200.692.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Ende.
Sementara itu, terkait isu pembangunan waterboom di kawasan Lapangan Pancasila, Mustaqim memastikan informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, fasilitas waterboom direncanakan dibangun di kawasan Lapangan KONI dan sekitarnya, bukan di area Lapangan Pancasila.
Dengan penataan ini, Pemkab Ende berharap Lapangan Pancasila tetap menjadi ikon ruang publik yang representatif dan mampu mengakomodasi kegiatan pemerintahan, keagamaan, olahraga, serta aktivitas masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis : James Bisara

Social Header