Breaking News

Menjaring Kenangan di Ubud Dalam Refleksi Sunyi, di Kanvas Mungil Agus Koecink Oleh: Hamid Nabhan

   ​Pelukis naif dekoratif asal Surabaya, Agus Koecink, kembali merajut memori masa lalunya lewat goresan tangan yang khas. Kali ini, kenangan hangat saat ia menetap dan menghabiskan waktu bertahun-tahun di pulau dewata, Bali, dituangkan kembali ke atas kanvas-kanvas berukuran mungil 15x25 cm.

   Tahun-tahun yang dihabiskan di Ubud rupanya meninggalkan jejak batin yang begitu dalam, menjelma menjadi kenangan yang  mengakar dan terus membekas kuat hingga hari ini dan senantiasa memanggilnya kembali lewat sapuan kuas.

   ​Dalam karya ini, tampak dua orang perempuan yang tengah bersiap memasuki kawasan pura. Mereka larut dalam perbincangan hangat, menciptakan kontras yang indah di tengah atmosfer Bali yang syahdu dan hening.

​Sentuhan magis Agus Koecink semakin terasa lewat kehadiran bunga lotus yang sedang mekar di sela-sela pemandangan.

   Bagi sang perupa, lotus bukan sekadar elemen estetika belaka, melainkan sebuah lambang agung dari kemurnian, pencerahan spiritual, serta ketahanan jiwa. Tak berhenti di situ, di atas kelopak lotus tersebut, tampak seekor burung kecil yang sedang bertengger, sebuah simbol manis yang menyuarakan kebebasan dan keriangan hidup.

   ​Lebih dari sekadar rekaman visual, lukisan ini memancarkan keharmonisan yang utuh. Melalui jalinan antara manusia, alam, dan binatang yang melebur dalam goresan ekspresif yang spontan, Agus Koecink berhasil merangkai sebuah karya yang tidak hanya manis dan apik dipandang, tetapi juga merayakan ikatan batin yang mesra antara semesta dan kehidupan di dalamnya.


Surabaya, 29 Juli 2026

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id