Breaking News

Vincent van Gogh: The Raising of Lazarus, Sebuah Karya Di Tengah Keterbatasan Oleh: Hamid Nabhan

   Vincent van Gogh (1853–1890) adalah pelukis besar asal Belanda yang sangat mengagumi para maestro seni masa lalu, salah satunya adalah Rembrandt van Rijn. Bagi Van Gogh, karya-karya Rembrandt adalah sumber inspirasi dan pelajaran yang tak ternilai, terutama dalam memadukan kisah rohani dengan keindahan cahaya dan perasaan yang mendalam.

   Salah satu wujud kekagumannya itu terlihat dalam karya berjudul The Raising of Lazarus atau Kebangkitan Lazarus. Lukisan ini diselesaikannya pada Mei 1890, saat ia dirawat di rumah sakit jiwa Saint-Remy-de-Provence, Prancis. Berbeda dengan karya-karyanya yang biasa dilukis dari pemandangan atau objek yang dilihat langsung, lukisan ini tidak dibuat dari pengamatan nyata. Karena kondisi kesehatan dan ruang geraknya terbatas, ia mengerjakannya berdasarkan gambar ukiran karya Rembrandt yang dikirimkan saudaranya, Theo.

   Van Gogh tidak sekadar meniru. Ia menafsirkannya ulang dengan gaya sendiri: warna yang jauh lebih menyala, garis beralun khas dirinya, dan suasana yang lebih dekat serta pribadi. Karya ini berukuran 50 × 65,5 cm, dan kini tersimpan rapi di Museum Van Gogh, Amsterdam.

   Di sini terbukti, meski terkurung dan terbatas ruang geraknya, semangat berkaryanya tak pernah padam. Ia membuktikan bahwa rasa kagum pada pendahulu bisa melahirkan ciptaan baru yang indah, dan seni tetap bisa lahir meski tidak berada langsung di hadapan objeknya.

 

Daftar Pustaka

1. Van Gogh Museum. The Raising of Lazarus (after Rembrandt). Diakses tanggal 9 Mei 2026.

2. ArtWay. Vincent van Gogh: The Good Samaritan and The Raising of Lazarus. Diakses tanggal 9 Mei 2026.

3. Google Arts & Culture. The Raising of Lazarus – Vincent van Gogh. Diakses tanggal 9 Mei 2026.

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id