Magekeo - mgn.id. Upaya percepatan pemerataan akses listrik di wilayah terpencil terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nagekeo, Yohanes Siga, turun langsung melakukan koordinasi dengan pihak PLN guna memastikan pelayanan listrik menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk desa-desa yang selama ini masih terbatas akses energinya.
Koordinasi tersebut dilakukan bersama pimpinan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Flores Bagian Barat, yakni Eki Putra dan Arif Budiman. Pertemuan ini difokuskan pada percepatan pembangunan dan peningkatan jaringan listrik di wilayah terpencil Kabupaten Nagekeo.
Dalam keterangannya, Yohanes Siga menegaskan bahwa pemerataan listrik bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keadilan pembangunan bagi masyarakat desa yang selama ini belum menikmati layanan listrik secara optimal.
Ia menyebut, dorongan percepatan ini juga sejalan dengan kebijakan nasional sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan bahwa wilayah-wilayah terpencil, terutama yang menjadi lokasi program strategis seperti dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), harus mendapatkan prioritas utama dalam penyediaan listrik.
“Program pemerintah seperti MBG tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan infrastruktur dasar, salah satunya listrik. Karena itu, desa-desa terpencil harus diprioritaskan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yan Siga sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa DPRD akan terus mengawal proses ini agar tidak hanya berhenti pada tahap koordinasi, tetapi benar-benar terealisasi di lapangan.
Sementara itu, pihak PLN melalui Eki Putra menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua desa di Kabupaten Nagekeo yang sedang dalam proses peningkatan layanan listrik, yakni Desa Tedamude dengan progres pekerjaan mencapai 5,13 persen dan Desa Tediksa sebesar 5,27 persen.
Ia mengakui bahwa tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur menjadi faktor utama lambatnya pembangunan jaringan listrik di wilayah terpencil. Namun demikian, PLN tetap berkomitmen untuk melakukan percepatan secara bertahap.
“Untuk kedua desa tersebut direncanakan peningkatan daya dari tegangan rendah ke tegangan menengah. Ini penting untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas jangkauan distribusi listrik,” jelas Eki Putra.
Peningkatan dari tegangan rendah ke tegangan menengah dinilai menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas ekonomi produktif.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mendukung berbagai program pemerintah di tingkat desa, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi lokal yang sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik.
Arif Budiman menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi kunci utama dalam mempercepat elektrifikasi desa. Menurutnya, dukungan dari DPRD sangat penting, terutama dalam mendorong kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada pembangunan infrastruktur dasar.
Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan proses elektrifikasi di Kabupaten Nagekeo dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Pemerataan akses listrik tidak hanya menjadi simbol kemajuan pembangunan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo

Social Header