Breaking News

Seni Tak Bisa Dibungkam: Perlawanan Dalam pameran Art For Freedom Di Galeri Merah Putih Oleh: Hamid Nabhan

   Sebuah surat mengenai rencana pengosongan dan pembongkaran Galeri Merah Putih, menjadi api pemicu, ketika ruang-ruang ekspresi terancam ditutup, justru semangat mengadakan pameran yang bertujuan untuk tampil, dan mengekspresikan karya menjadi semakin besar dan menyala.  Respon para seniman tidak datang dalam bentuk keributan, melainkan lewat kanvas, dalam bentuk karya nyata. 

   Meskipun keputusan tersebut akhirnya diurungkan, tapi tak membuat api semangat itu padam.  Art for Freedom yang hadir di Galeri Merah Putih di Komplek Balai Pemuda jalan Gubernur Suryo no: 15 Surabaya,  mulai tanggal 1 sampai tanggal 8 April 2026 bukan sekadar pameran biasa, melainkan wujud perlawanan halus namun tegas. 

   Pameran yang diikuti 38 pelukis yang tergabung dalam kelompok Aksi Seniman Surabaya (ASSU), yang menampilkan karya dalam berbagai aliran ini tanpa dipungut biaya sepeser pun.  Hal ini membuktikan bahwa para seniman hadir untuk menunjukkan bahwa kebebasan berkarya adalah hak yang tak ternilai harganya dan tak bisa dibatasi oleh sekat-sekat ancaman semata. 

   Ketua penyelenggara Muit Arsa menuturkan bahwa tujuan diadakannya pameran ini adalah untuk menunjukkan keberadaan kami tetap eksis.  Ruang ini digunakan untuk mengembangkan dan memajukan kesenian, khususnya seni rupa di Kota Surabaya.  "kami berharap Pemkot lebih memperhatikan dan mempermudah aktivitas kami.  Jangan biarkan ruang seni tempat kami berekspresi, ditiadakan keberadaannya".  Seni akan terus hidup selama ruang dan kebebasan tetap ada, tegasnya.

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id