Breaking News

Memahami Obsesi Van Gogh Pada Warna Kuning Oleh: Hamid Nabhan

   Bagi Vincent Van Gogh, warna kuning bukan sekadar pigmen untuk melukis, melainkan sebuah bahasa yang mampu menggambarkan perasaannya.  Ketertarikannya pada warna ini memuncak saat ia tinggal di Arles, Prancis Selatan, di mana Van Gogh begitu terpesona oleh pancaran sinar matahari yang hangat dan terang.  Dalam surat-suratnya kepada saudaranya Theo, Van Gogh sering mengungkapkan kekagumannya, bahkan menyebut cahaya matahari itu sendiri tidak bisa dijelaskan sebagai warna kuning yang indah, mulai dari nuansa belerang pucat, lemon, hingga warna emas yang megah.  Bagi Van Gogh, kuning adalah representasi dari kehidupan, energi, optimisme, dan harapan.  Ia melihat warna ini sebagai sumber kehangatan yang sangat ia butuhkan, sehingga melalui kanvasnya ia seolah menciptakan dunia yang penuh cahaya untuk melengkapi  kekurangan yang ia rasakan dalam hidupnya. 

   Kecintaan ini didukung pula oleh penemuan teknologi berupa cat baru pada masa itu, yang memiliki kualitas jauh lebih cerah dan mencolok dibandingkan dengan cat kuning tradisional.  Van Gogh sangat menyukai pigmen ini dan menggunakannya secara masif hingga ia membutuhkan ratusan tabung cat dalam waktu singkat.  Sayangnya jenis cat ini ternyata rentan berubah warna dan perlahan menjadi lebih gelap seiring berjalannya waktu, yang berarti lukisan-lukisan aslinya dahulu jauh lebih menyilaukan daripada apa yang kita saksikan hari ini.  Selain itu pada abad ke-19 warna kuning juga dianggap sebagai simbol modernitas dan keberanian, identik dengan semangat zaman baru yang progresif.  Hal ini tercermin dari cara ia melukis berbagai objek, mulai dari bunga matahari, ladang gandum, sampai tempat ia tinggal. 

   Meskipun sempat beredar berbagai teori yang mengaitkan penggunaan warna ini dengan gangguan penglihatan akibat penyakit atau efek obat-obatan seperti digitalis yang menyebabkan pandangan menjadi kekuningan (Xanthopsia), namun banyak ahli sepakat bahwa hal tersebut bukanlah alasan utama.  Penggunaan warna oleh Van Gogh terlihat sangat terencana, penuh pertimbangan estetik, dan disandingkan dengan warna-warna kontras lainnya seperti biru dan ungu untuk menciptakan kedalaman, yang menunjukkan bahwa ia memilih warna ini secara sadar dan penuh perhitungan seni.  Hingga akhir hayatnya ketertarikan Van Gogh dengan warna kuning begitu kuat sehingga saat pemakamannya pun, peti matinya ditaburi dengan bunga matahari, sebagai penghormatan bahwa kuning adalah simbol cahaya yang senantiasa ia cari, baik dalam karya seni maupun dalam hati manusia. 

Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber dan tulisan yang terdapat di Museum Van Gogh, Amsterdam.

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id