NAGEKEO, NTT – mgn.id. Setelah hampir dua tahun terputus akibat longsor dan banjir sejak 2024, akses jalan yang menghubungkan Kelurahan Nangaroro dan Desa Odaute, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo akhirnya kembali dibuka.
Langkah konkret ini bukan datang dari program pemerintah daerah, melainkan dari inisiatif pribadi Anggota DPRD Nagekeo, Anton Sukadame Wangge.
Ruas jalan yang berada di Kampung Kodidewa itu sebelumnya tertimbun material longsor sepanjang kurang lebih 100 meter, menyebabkan aktivitas warga lumpuh total. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses vital yang menghubungkan dua wilayah, termasuk untuk keperluan ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar masyarakat.
Anton, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Nagekeo, mengambil langkah cepat dengan membiayai langsung pembukaan jalan menggunakan alat berat jenis ekskavator. Ia menanggung biaya operasional, khususnya bahan bakar (BBM), sementara alat berat merupakan milik Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo.
“Selama ini masyarakat terus bertanya bagaimana respon pemerintah terhadap kondisi ini, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar Anton saat meninjau langsung proses pengerjaan, Kamis (16/4/2026).
Politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan hal baru. Ia mengaku telah berulang kali menyampaikan kondisi jalan tersebut dalam forum resmi DPRD, termasuk dalam sidang paripurna dan pemandangan umum fraksi, namun tidak mendapat tindak lanjut dari pemerintah daerah.
“Ini sudah berkali-kali kami ingatkan, bahkan sudah masuk dalam pembahasan resmi. Tapi tidak pernah ada respon nyata,” tegasnya.
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Odaute, Ignasius Dita. Ia menyebut pemerintah desa telah berulang kali melaporkan kondisi jalan yang terputus kepada pemerintah kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), namun hingga kini tidak ada penanganan.
“Kasihan masyarakat. Mau ke pasar susah, anak-anak sekolah juga terpaksa libur kalau musim hujan karena ini satu-satunya jalur,” ungkap Ignasius.
Pembukaan kembali akses jalan ini disambut lega oleh masyarakat setempat. Meski bersifat sementara, langkah tersebut dinilai sangat membantu memulihkan aktivitas warga yang selama ini terisolasi.
Kasus ini sekaligus menjadi sorotan terhadap respons pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur pascabencana, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
(Jimi)
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo

Social Header