Surabaya - mgn.id. 11 Juli 2026 – Ikatan Pencak Silat Nur Harias menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VII pada Sabtu–Minggu, 11–12 Juli 2026, bertempat di SMP Yapita, Keputih, Kota Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi forum tertinggi organisasi yang dihadiri para pengurus, pembina, dan perwakilan anggota dari berbagai daerah untuk menentukan arah kebijakan organisasi ke depan.
Agenda utama Munas VII meliputi penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Periode 2022–2026 sebagai bentuk akuntabilitas atas program kerja yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir. Selain itu, peserta Munas juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian organisasi sebagai dasar penyusunan program yang lebih efektif pada periode berikutnya.
Tidak hanya membahas LPJ, forum nasional ini juga mengagendakan pembahasan dan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Perbaikan regulasi organisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme kepengurusan, serta menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur pencak silat.
Puncak kegiatan Munas VII adalah penetapan kepengurusan baru Ikatan Pencak Silat Nur Harias untuk masa bakti 2026–2030. Melalui proses musyawarah yang mengedepankan semangat kebersamaan, organisasi berkomitmen melahirkan kepemimpinan yang amanah, visioner, dan mampu membawa kemajuan bagi seluruh anggota di tingkat nasional.
Melalui penyelenggaraan Munas VII ini, Ikatan Pencak Silat Nur Harias menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan seni bela diri pencak silat, mempererat persaudaraan antaranggota, serta meningkatkan kualitas organisasi. Hasil-hasil keputusan Munas diharapkan menjadi landasan strategis dalam mewujudkan organisasi yang semakin solid, modern, dan berdaya saing pada periode 2026–2030.
(Red)



Social Header