Dengan rasa kehilangan yang mendalam, kita melepas kepergian Prof. Ir. Johan Silas, salah satu arsitek nasional terkemuka Indonesia yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan arsitektur dan tata kota di tanah air. Lahir di Samarinda pada 24 Mei 1936, sosok inspiratif ini mengembuskan napas terakhirnya pada 8 Juni 2026.
Setelah menimba ilmu arsitektur di dalam dan luar negeri, Johan Silas dikenal luas sebagai tokoh yang memperkenalkan konsep arsitektur modern berbasis konteks lokal Indonesia, bukan sekadar mengekor tren global. Dedikasinya sebagai pakar tata kota sekaligus guru besar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya semakin mempertegas perannya yang seimbang sebagai akademisi sekaligus praktisi.
Hubungan Johan Silas dengan Surabaya begitu erat. Banyak buah pemikirannya yang kini menjadi ikon kota, mulai dari gedung pemerintahan hingga fasilitas publik yang dirancang demi kemaslahatan masyarakat luas. Kontribusi nyatanya juga mencakup mempelopori pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) serta pelestarian cagar budaya di Kota Pahlawan.
Di mata keluarga, ia adalah figur pelindung yang luar biasa. Sang putri, Ina Silas, mengenang ayahnya sebagai sosok yang sangat sabar dan bersahaja. "Ayah selalu sabar menghadapi setiap tantangan, baik dalam pekerjaan maupun keluarga. Ia adalah sosok yang penuh kasih dan selalu mendukung kami," ujar Ina.
Meski kesehatannya mulai menurun sejak perayaan ulang tahunnya pada Mei lalu, semangatnya untuk mengabdi tidak pernah padam. Hingga usia 90 tahun, ia terus mencurahkan pikiran dan tenaganya demi menghadirkan solusi hunian yang layak bagi masyarakat.
Kepergian sang maestro pun meninggalkan warisan pemikiran yang mendalam. Pemerintah Kota Surabaya telah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan rekam jejak dan gagasan Johan Silas. Rencana untuk mengkaji ulang rancangan-rancangannya serta mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam cetak biru pembangunan kota masa depan kini telah menjadi agenda resmi. Hal ini membuktikan bahwa warisan Johan Silas tidak sekadar mewujud pada bangunan fisik yang berdiri kokoh, melainkan pada prinsip pembangunan kota yang manusiawi dan berkelanjutan.
Sebagai arsitek nasional, Johan Silas telah membuktikan bahwa arsitektur bukan sekadar urusan estetika bentuk, melainkan bagaimana sebuah ruang mampu mempererat hubungan antarmanusia dan keselarasan dengan lingkungan.
Walau kini ia telah tiada, setiap jengkal karya yang ditinggalkannya akan terus menjadi saksi bisu atas dedikasi tanpa batasnya untuk bangsa. Semangat dan pemikiran Johan Silas akan terus hidup, menginspirasi para arsitek muda serta pembuat kebijakan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Social Header