SURABAYA – mgni.id. Menjelang peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada 16 Juni 2026, Ketua Komunitas Selatan Keras, Arif Tiasa, mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut Tahun Baru Islam dengan penuh rasa syukur, introspeksi diri, serta menjaga nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Arif Tiasa yang merupakan putra asli kelahiran Bumi Reog Ponorogo menilai bahwa peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum penting untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan melestarikan kearifan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Arif Tiasa, Tahun Baru Islam memiliki makna mendalam bagi umat Muslim karena menjadi pengingat perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Momentum 1 Muharram hendaknya dijadikan sarana introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan, berbagai tradisi yang hidup di masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang perlu dijaga selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Sebagai putra asli Bumi Reog Ponorogo, Arif Tiasa mengaku memiliki kedekatan emosional dengan berbagai tradisi budaya yang berkembang di tengah masyarakat Jawa, termasuk tradisi menyambut bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai Bulan Suro dan waktu dekat akan melakukan kegiatan sosial bansos dan santunan anak yatim serta sunat massal.
Menurutnya, tradisi tersebut mengandung pesan moral, nilai kebersamaan, serta semangat gotong royong yang masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan saat ini.
“Tradisi yang diwariskan para leluhur harus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, tradisi tersebut juga mengajarkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial,” kata Arif Tiasa.
Menjelang datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, Arif Tiasa berharap seluruh umat Islam dapat menyambut tahun baru dengan semangat positif, memperbanyak amal ibadah, serta menjaga kerukunan antar sesama.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan membangun kehidupan yang lebih harmonis, damai, serta sejahtera.
“Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
(Red)


Social Header