Tanggal 1 Juni 2026 menandai genap seratus tahun kelahiran sosok yang namanya telah menjadi definisi dari pesona, kecantikan, dan kejayaan serta ikon Hollywood. Norma Jeane Mortenson, dunia mengenalnya sebagai Marilyn Monroe, lahir satu abad yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 Juni 1926, dan hingga hari ini bayang-bayangnya masih terasa begitu nyata di segala aspek industri kreatif. Berbeda dengan peringatan ulang tahun ke-99 lalu yang terlewat begitu saja tanpa banyak sorotan, perayaan ulang tahun ke-100 ini disiapkan secara besar besaran dan berlangsung sepanjang tahun, penuh warna dan kemeriahan seperti yang diberitakan berbagai media.
Awal dari perayaan spesial ini ditandai dengan peluncuran koleksi warna resmi dari Pantone yang diberi nama Marilyn Monroe Collection Palette. Pilihan warna ini bukan sekadar hiasan semata, tapi dirancang khusus untuk menggambarkan berbagai sisi kepersonaliannya yang begitu beragam. Ada nama warna seperti Star White yang melambangkan rambut pirang ikoniknya yang dulu sering disebutnya sebagai warna putih sarung bantal, dan High Risk Red yang mewakili kekuatan, semangat, dan karisma yang ia pancarkan. Ada juga warna merah muda ceria yang mewakili sisi ringan dan jenaka, emas berkilau untuk kemewahan, hingga warna Peach Bud yang lembut diambil dari rona wajah alami Norma Jeane saat masih muda dan belum menjadi Marilyn. Menurut Dana Carpenter dari Authentic Brands Group, pemilihan warna ini dilakukan dengan menelusuri sejarah panjang hidupnya, melihat foto foto masa karir hingga kehidupan pribadinya yang penuh warna.
Rangkaian acara perayaan ini mencakup banyak hal, mulai dari dunia warna hingga layar perak. Mulai tanggal 31 Mei 2026, Academy Museum of Motion Pictures akan menggelar pameran besar bertajuk Marilyn Monroe: Hollywood Icon yang berlangsung selama sembilan bulan penuh. Pameran ini memamerkan kostum asli yang pernah ia pakai saat syuting, koleksi foto bersejarah, dokumen produksi, hingga surat surat pribadinya yang jarang terlihat publik. Dari sisi seni pertunjukan, kisah hidupnya juga diangkat lewat pertunjukan balet berjudul Marilyn yang sudah tayang perdana bulan April lalu dan akan dipentaskan kembali di tahun depan.
Namun di balik semua kemeriahan acara peringatan, yang paling utama dan paling abadi adalah karya karyanya di dunia perfilman. Seperti yang ditulis John Charet di Freeline Media Orlando, warisan terbesar Marilyn adalah kemampuannya yang luar biasa di depan kamera, baik dalam genre komedi maupun drama. Banyak orang hanya mengenalnya sebagai simbol seks atau si pirang cantik, padahal Marilyn adalah aktris jenius yang mampu membalikkan stereotip itu sendiri. Dalam film komedi legendaris seperti Gentlemen Prefer Blondes dan The Seven Year Itch, ia memerankan karakter yang terlihat lugu, tapi justru kecerdasan aktingnyalah yang membuat penonton sadar bahwa mereka sedang tertipu oleh penampilan luar. Ia mematahkan anggapan bahwa wanita cantik tidak bisa cerdas.
Sementara itu di genre drama, ia membuktikan kualitas aktingnya yang mendalam dan penuh perasaan. Penampilannya sebagai Cherie di film Bus Stop dianggap oleh banyak pengamat sebagai salah satu akting drama terbaiknya, di mana ia mampu memancarkan kerapuhan, harapan, dan kemanusiaan yang begitu nyata. Begitu juga di film The Misfits, yang menjadi salah satu karya terakhirnya, emosi yang ia tampilkan terasa begitu hidup dan menyentuh hati.
Tak hanya akting, momen momen musikalnya juga menjadi sejarah yang tak terlupakan. Siapa yang bisa melupakan penampilannya menyanyikan Diamonds Are a Girl’s Best Friend dengan gaun merah muda menyala rancangan William Travilla? Adegan ini bukan hanya menjadi momen paling ikonik dalam sejarah perfilman, tapi juga menginspirasi banyak artis besar setelahnya. Mulai dari Madonna dalam video klip Material Girl, Kylie Minogue, Nicole Kidman di film Moulin Rouge, hingga penampilan Ryan Gosling menyanyikan I’m Just Ken di piala Oscar beberapa waktu lalu, semuanya mengambil inspirasi dari gaya legendaris Marilyn tersebut. Bahkan acara televisi populer seperti Glee dan komedian seperti Rachel Bloom juga sering memberi penghormatan kepada adegan abadi ini. Sepanjang karirnya, Marilyn telah membintangi puluhan film hebat mulai dari Ladies of the Chorus, Niagara, How to Marry a Millionaire, River of No Return, Some Like It Hot, hingga Let’s Make Love, daftar panjang karya yang membuktikan produktivitas dan bakatnya yang luar biasa.
Di balik kemewahan dan kemasyhuran yang sering ditampilkan dunia, cerita hidup Marilyn jauh lebih dalam dan sangat inspiratif. Ia lahir dari latar belakang yang sulit, tumbuh di panti asuhan dan berpindah pindah rumah asuh tanpa kasih sayang yang tetap. Dari ketiadaan dan kesulitan itu, ia membangun dirinya sendiri hingga menjadi bintang terbesar di zamannya. Ia bukan sekadar simbol kecantikan, tapi wanita pejuang yang cerdas. Di masa di mana industri film dikuasai penuh oleh laki laki, ia berani mendirikan perusahaan produksinya sendiri agar bisa mengendalikan karirnya dan tidak diperlakukan sembarangan oleh studio. Jauh sebelum terkenal, ia juga pernah menjadi pekerja pabrik saat masa Perang Dunia II, sebuah sisi sejarah yang jarang dibicarakan orang.
Kini seratus tahun telah berlalu sejak kelahirannya, dan namanya masih bersanding dengan merek merek mewah dunia seperti Tiffany & Co, sampanye Piper Heidsieck, jam tangan Blancpain, hingga perhiasan Lele Sadoughi. Warisannya hidup bukan hanya di film lama, tapi dalam mode, gaya hidup, seni, dan cara kita memandang kecantikan hingga saat ini.
Perayaan 100 tahun ini menjadi pengingat nyata bahwa Marilyn Monroe tidak pernah benar benar pergi. Ia ada dalam setiap warna yang mengingatkan kita padanya, dalam setiap adegan film yang masih ditonton jutaan orang, dan dalam semangat wanita yang berani menjadi diri sendiri di tengah tekanan dunia. Ia adalah bukti hidup bahwa legenda sejati tidak akan pernah pudar dimakan waktu. Selamat ulang tahun yang ke 100, Marilyn Monroe. Namamu, ceritamu, dan karyamu akan terus abadi selamanya.
Sumber tulisan:
1. Variety (2025). Liputan "Marilyn Monroe’s Year-Long 100th Birthday Celebration Gets a Colorful Kick-Off".
2. Freeline Media Orlando (2026). Tulisan "Movie Talk: Happy 100th Birthday Marilyn Monroe" karya John Charet, membahas pencapaian akting dan pengaruh budayanya.
3. Academy Museum of Motion Pictures. Rincian pameran "Marilyn Monroe: Hollywood Icon".
4. Data sejarah kehidupan, karir film, dan karya karya musik Marilyn Monroe dari berbagai arsip perfilman.

Social Header