NAGEKEO — mgn.id. Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Republik Indonesia, Wilfridus Yons Ebit dan Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Nagekeo Kristianus Pantaleon Jogo, secara resmi melantik dan mengukuhkan pengurus Tani Merdeka tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Pelantikan ini turut dihadiri oleh Pengurus Tani Merdeka Provinsi NTT, Kristoforus Haki, PLT Sekda Nagekeo Serta PLT Kadis Pertanian Nagekeo
Dalam sambutannya, Kristianus Pantaleon Jogo menyampaikan bahwa Kabupaten Nagekeo dikenal sebagai daerah dengan potensi pertanian besar, khususnya sawah irigasi teknis dengan luas lahan fungsional sekitar 4.500 hektare dan sawah tadah Hujan Sekitar 3000 Hektare yang tersebar di kabupaten Nagekeo. Ia juga menyoroti potensi pengembangan lahan di wilayah Waekokak.
“𝘋𝘪 𝘞𝘢𝘦𝘬𝘰𝘬𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘬𝘪𝘵𝘢𝘳 𝟣𝟧𝟣 𝘩𝘦𝘬𝘵𝘢𝘳𝘦 𝘴𝘢𝘸𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘰𝘭𝘢𝘩, 𝘴𝘦𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝟥𝟤𝟢 𝘩𝘦𝘬𝘵𝘢𝘳𝘦 𝘭𝘢𝘪𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘵𝘦𝘳𝘨𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘢𝘬𝘪𝘣𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘵𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘪𝘳𝘪𝘨𝘢𝘴𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘱𝘰𝘴𝘪𝘴𝘪 𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪. 𝘚𝘦𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘪𝘵𝘶, 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘪𝘵𝘢𝘳 𝟣𝟧𝟢 𝘩𝘦𝘬𝘵𝘢𝘳𝘦 𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘰𝘵𝘦𝘯𝘴𝘪 𝘥𝘪𝘫𝘢𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘦𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘸𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘳𝘶,” 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘯𝘺𝘢.
Ia menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi yang pertama di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, sekaligus momentum memperkuat organisasi petani di akar rumput.
𝗣𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗳𝗿𝗮𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝗶𝗮𝗻
Dalam kesempatan tersebut, Kristianus juga menyampaikan harapan besar kepada jajaran pusat dan provinsi untuk membantu petani keluar dari berbagai keterbatasan. Sejumlah kebutuhan mendesak yang disampaikan antara lain:
Hand tractor untuk setiap kelompok tani
Traktor roda empat
Combine harvester (alat panen)
Cultivator dan jonder
Viar pengangkut hasil panen
Jalan usaha tani
Infrastruktur irigasi
Ekskavator
Alat tangkap ikan serta bibit pertanian dan perkebunan
Ia juga mengapresiasi bantuan sebelumnya dari Bpk Wilfridus Yons Ebit berupa 12 unit alsintan pada November 2025, yang terdiri dari 10 hand tractor, 1 alat panen, dan 1 traktor roda empat.
“𝘗𝘢𝘥𝘢 𝘑𝘢𝘯𝘶𝘢𝘳𝘪 𝟤𝟢𝟤𝟨 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝟥𝟩 𝘬𝘦𝘭𝘰𝘮𝘱𝘰𝘬 𝘵𝘢𝘯𝘪. 𝘒𝘢𝘮𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘳𝘦𝘢𝘭𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘔𝘦𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨,” 𝘵𝘢𝘮𝘣𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢.
𝗞𝗼𝗺𝗶𝘁𝗺𝗲𝗻 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗟𝘂𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝗮𝘀
Sementara itu, Waketum Wilfridus Yons Ebit menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan petani. Ia menargetkan wilayah Mbay di Nagekeo dapat berkembang menjadi lumbung beras di daerah.
“𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘵𝘢𝘯𝘪 𝘯𝘢𝘪𝘬 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘵𝘢𝘯𝘪 𝘮𝘰𝘥𝘦𝘳𝘯, 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘴𝘵𝘦𝘮 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘪𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘢𝘫𝘶,” 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘴𝘯𝘺𝘢.
Senada dengan itu, Kristoforus Haki mendorong agar para petani tidak hanya berproduksi untuk kebutuhan lokal, tetapi juga mampu menjadi penyedia bahan pokok dalam skema MBG (Makan Bergizi Gratis).
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kelembagaan petani sekaligus percepatan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Nagekeo.
Penulis : James Bisara
MGN : Nagekeo

Social Header