Breaking News

Kunker DPRD Nagekeo di Nangaroro dan Keo Tengah: Dorong Penanganan Terukur atas Fenomena Tanah Terbelah

NAGEKEO — mgn.id. DPRD Nagekeo melalui Komisi II dan III melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Keo Tengah, Jumat (27/3/2026), guna meninjau langsung fenomena tanah terbelah yang terjadi di Desa Ladolima Timur.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya bersama antara DPRD dan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan yang tepat, terukur, dan berbasis kajian ilmiah terhadap fenomena alam yang tengah meresahkan masyarakat.

Tim Kunker melibatkan lintas komisi, antara lain Cosmas Lawa Bago (Ketua Tim) Antonius Sukadame Wangge, Elias Cima, dan Fabianus Mana. Turut hadir Nikson Nuwa BPBD Nagekeo, Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Peninjauan Lokasi: Indikasi Pergeseran Tanah

Rangkaian kegiatan diawali di Desa Kotakeo 1, dengan peninjauan kondisi tanah turun dan longsor di sekitar kantor desa. Selanjutnya, rombongan bergerak ke Desa Ladolima Timur untuk melihat langsung lokasi utama kejadian.

Di lokasi tersebut, ditemukan kondisi tanah terbuka (menganga) dengan lebar sekitar 5–10 meter di lereng bukit. Selain itu, terdapat kemunculan dua mata air, satu yang telah muncul sejak musim kemarau 2025 dan satu lagi pascakejadian terbaru.

Temuan ini menjadi indikasi awal adanya dinamika geologi yang memerlukan kajian lebih mendalam guna memastikan tingkat risiko terhadap lingkungan dan keselamatan warga.

Dialog Bersama Warga: Aspirasi dan Harapan

Usai peninjauan, DPRD bersama pemerintah menggelar dialog terbuka dengan warga di posko pengungsian mandiri. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi riil yang dihadapi, baik dari sisi kebutuhan dasar maupun kondisi psikologis.

Dalam forum tersebut, DPRD menegaskan bahwa kehadiran mereka bersama pemerintah merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam merespons situasi yang terjadi.

Kosmas Lawa Bagho menyampaikan bahwa fenomena ini perlu disikapi secara hati-hati dengan mengedepankan pendekatan ilmiah.

“Fenomena alam seperti ini membutuhkan kepastian berbasis kajian ahli. Karena itu, penting untuk segera menghadirkan tenaga geologi agar masyarakat memperoleh kejelasan dan rasa aman,” ujarnya.

Peran Pemerintah dan Kolaborasi Penanganan

DPRD mengapresiasi langkah awal yang telah dilakukan oleh BPBD Nagekeo yang cepat merespons informasi kejadian serta mendorong warga melakukan pengungsian mandiri sebagai langkah mitigasi awal.

Selain itu, DPRD juga menilai pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga teknis seperti BMKG dalam memberikan rekomendasi penanganan darurat.

Pendekatan kolaboratif antara DPRD, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tetap terarah dan efektif.

Perhatian pada Aspek Sosial dan Psikologis

Selain aspek teknis, DPRD juga menyoroti dampak psikologis yang dirasakan masyarakat. Rasa cemas, takut, dan ketidakpastian menjadi tantangan tersendiri yang perlu ditangani secara serius.

Untuk itu, DPRD mendorong agar pemerintah melibatkan tenaga profesional, seperti psikolog, serta unsur rohaniwan dan tokoh agama, guna memberikan pendampingan yang berkelanjutan bagi warga terdampak.

Rekomendasi Penanganan Terpadu

Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, DPRD Nagekeo menyampaikan sejumlah rekomendasi sebagai langkah tindak lanjut:

Menghadirkan ahli geologi guna melakukan kajian komprehensif terhadap fenomena tanah terbelah

Memastikan ketersediaan logistik bagi warga terdampak melalui BPBD dan dinas terkait

Melakukan pendampingan psikologis dan sosial secara berkelanjutan

Melaksanakan penanganan darurat, termasuk penutupan area tanah terbuka sesuai rekomendasi teknis

Menyusun skenario jangka panjang, termasuk opsi relokasi jika kondisi dinyatakan berisiko tinggi. Meningkatkan edukasi kebencanaan kepada masyarakat

Komitmen Pengawasan dan Tindak Lanjut

DPRD menegaskan bahwa hasil kunjungan kerja ini akan ditindaklanjuti dalam forum resmi, seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan sidang paripurna, guna memastikan adanya kebijakan dan langkah operasional yang konkret dari pemerintah daerah.

Komunikasi intensif antara DPRD dan pemerintah juga terus dilakukan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.

Harapan Bersama: Kepastian dan Rasa Aman

Fenomena tanah terbelah di Keo Tengah menjadi perhatian bersama yang memerlukan penanganan serius namun tetap terukur. DPRD berharap, melalui kerja sama yang solid antara semua pihak, masyarakat dapat segera memperoleh kepastian dan kembali merasakan keamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Yang terpenting adalah masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah, dan bersama-sama menjaga keselamatan. Sementara itu, kita dorong agar langkah-langkah teknis segera dilakukan secara tepat,” tutup Kosmas.


Penulis : James Bisara

MGN : Nagekeo

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id