Dalam buku "Jejak Kuliner Arab di Pulau Jawa" Tulisan Deerona, dikatakan bahwa kue Kamir atau khamir pertama kali diperkenalkan oleh orang-orang Arab yang datang di Nusantara.
Di kota Surabaya, kue Kamir banyak dijumpai di daerah Ampel, bahkan kue ini menjadi ciri khas Kuliner kue Ampel, yang sulit dijumpai di bagian kota Surabaya yang lainnya. Salah satu penjual kue Kamir yang terkenal di daerah Ampel adalah Umar Ali Muladawilah, pria humoris berusia 72 tahun ini menuturkan bahwa kadang ia dipanggil dengan nama Umar kendang (gendang) karena dulu saya bermain musik dan piawai memegang kendang, saya sempat bergabung dengan group 'Menanti Musafir' di kota Malang. Kadang orang juga mengenal saya dengan Umar Dekor, karena dulu saya juga sering membuat relief untuk dekirasi rumah.
Bagi saya berjualan Kamir ini adalah bagian dari ibadah, saya menjual kue Kamir ini perbiji nya 4 ribu rupiah. Tiap hari saya berjualan kecuali di bulan Ramadhan saya total libur. Kue yang akrab dengan Kuliner masyarakat Ampel tersebu terbuat dari perpaduan tepung terigu, telur, tape, dan mentega ini cukup lezat bila dihidangkan dengan secangkir kopi. Saya ingin mengembangkan usaha kue Kamir ini menjadi usaha yang lebih besar, tutur Umar mengakhiri pembicaraan nya.

Social Header