Breaking News

Aktivitas Gunung Ebulobo Masih Normal, PVMBG Ingatkan Bahaya Gas Kawah


Nagekeo - mgn.id. 12 Agustus 2025 — Aktivitas Gunung Ebulobo yang terletak di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, hingga Selasa (12/8) masih berada pada Level I atau Normal. Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Ebulobo mencatat, selama periode pengamatan 00.00–24.00 WITA tidak terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan.

Dalam keterangan resminya, petugas pos mencatat kondisi meteorologi di sekitar gunung relatif tenang. Cuaca terpantau cerah hingga mendung dengan suhu udara 17–25 derajat Celsius, kelembaban 66–70 persen, serta tekanan udara 759–761 mmHg. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara.

Secara visual, gunung terlihat jelas meski beberapa kali tertutup kabut tipis hingga tebal. Dari kawah utama, teramati asap bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian 10–25 meter di atas puncak, condong ke arah utara.

Sementara dari sisi kegempaan, instrumen mencatat empat kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3–3,5 mm, jarak waktu S-P 10,9–14,7 detik, serta durasi antara 31 hingga 396 detik. Tidak ada kejadian vulkanik lokal yang menonjol selama periode ini.

Meski berstatus normal, PVMBG tetap mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar kawah. “Kami merekomendasikan agar masyarakat tidak berlama-lama apalagi bermalam di area kawah aktif di utara puncak. Selain itu, jangan mendekati lubang tembusan gas di sekitar kawah karena berpotensi mengandung gas beracun,” demikian imbauan yang disampaikan melalui laporan resmi.

Gunung Ebulobo yang memiliki ketinggian 2.124 meter di atas permukaan laut merupakan salah satu gunung api aktif di Pulau Flores. Letusan terakhirnya terjadi pada tahun 2010 dengan tipe erupsi eksplosif yang menghasilkan lontaran abu dan material pijar.

Laporan aktivitas harian ini bersumber dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Ebulobo.

(Red)

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id