Breaking News

Peran Seniman dalam Taktik Militer – Kasus Iran dalam Konflik dengan Amerika Serikat dan Israel Oleh: Hamid Nabhan

   Kalau bicara tentang seni dan perang, biasanya yang muncul di benak kita pertama kali adalah poster propaganda yang sering kita temui di buku-buku  sejarah. Tapi tahukah kamu? Di era sekarang, peran seniman di dunia militer jauh lebih menarik dan kompleks dari itu! Terutama dalam konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, mereka bahkan menjadi bagian penting dalam menyusun taktik tipuan yang cukup canggih.

   Beberapa laporan menyebutkan bahwa Iran menggunakan cara yang cukup unik dengan menggambar pesawat terbang dan kendaraan militer langsung di permukaan tanah. Tentu saja ini bukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh sembarang orang – dibutuhkan keahlian khusus untuk bisa menangkap bentuk, proporsi, dan detail dengan tepat, sehingga hasil gambarnya terlihat seperti yang asli saat dilihat dari udara atau melalui citra satelit. Tujuannya pun jelas: membuat pihak lawan salah sasaran dan menghabiskan senjata mereka seperti rudal yang bernilai jutaan Dolar untuk menyerang target yang sebenarnya hanya gambar yang dibuat para seniman, dengan biaya yang hanya berkisar ratusan ribu rupiah. Hitung-hitung daripada harus membuat senjata asli yang harganya sangat mahal, cara ini terbukti jauh lebih hemat biaya.

   Selain membuat gambar langsung di tanah, Iran juga pernah dikabarkan menggunakan teknik pengeditan gambar untuk menunjukkan kemampuan militer yang lebih besar dari yang sebenarnya. Misalnya pada tahun 2008, ada gambar uji coba rudal yang diperlihatkan dengan empat rudal yang lepas landas, tapi ternyata salah satu di antaranya ditambahkan secara digital karena sebenarnya gagal meluncur. Belakangan juga ada kasus gambar pesawat tempur baru yang diklaim dibuat sendiri oleh para seniman Iran, tapi akhirnya terbukti merupakan hasil penggabungan beberapa gambar dengan bantuan perangkat lunak pengolah gambar.

   Padahal bukan hanya Iran saja yang melakukan hal seperti ini. Sejak zaman kuno, tipuan sudah menjadi bagian penting dari strategi perang – bahkan ahli strategi militer Tiongkok kuno Sun Tzu sudah mengatakan bahwa "semua peperangan didasarkan pada tipu daya". Seiring berkembangnya teknologi pengintaian, peran kreatif dari seniman jadi semakin penting. Bahkan negara lain seperti Rusia juga punya doktrin khusus tentang penipuan militer yang meliputi penggunaan imitasi atau umpan seperti patung dan benda palsu, yang tentunya membutuhkan sentuhan kreatif dari orang-orang yang ahli di bidang seni dan desain.

   Jadi bisa kita lihat, seniman bukan hanya membuat karya seni yang indah atau membuat poster semata. Di konflik masa kini yang banyak menggunakan teknologi canggih, kreativitas dan kemampuan visual mereka menjadi nilai tambah yang cukup besar – bahkan bisa mengubah jalannya pertempuran dengan cara yang belum pernah kita duga sebelumnya!

 

Surabaya, 6 Maret 2026

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id