Postman Joseph Roulin adalah salah satu seri lukisan potret terkenal karya pelukis Belanda, Vincent van Gogh. Lukisan ini dibuat pada tahun 1888-1889 ketika van Gogh tinggal di Arles, Prancis—masa yang menjadi titik balik dalam kariernya sebagai seniman, namun juga penuh dengan tantangan kesehatan mentalnya.
Pada akhir abad ke-19, Arles adalah kota kecil di Provinsi Bouches-du-Rhône yang menjadi tempat van Gogh berlindung setelah tinggal di Paris. Ia bermimpi membangun komunitas seniman bernama "Studio of the South", meskipun impian ini tidak pernah terwujud. Di sinilah ia bertemu Joseph Roulin, seorang juru pos yang bekerja di kota tersebut. Roulin bukan sekadar subjek lukisan; ia adalah sosok pelindung yang merawat van Gogh selama masa-masa krisis kesehatan mentalnya. Van Gogh terkesan dengan sosok Roulin yang kuat, ramah, dan memiliki wajah yang penuh karakter—menurutnya, Roulin adalah sosok yang bijaksana, penuh perasaan, dan berjiwa sosial yang layak untuk diabadikan. Hubungan mereka juga mencerminkan penghargaan van Gogh terhadap orang-orang biasa yang hidup dengan penuh semangat di tengah masyarakat Prancis pada masa itu. Selain Roulin sendiri, van Gogh juga melukis seluruh anggota keluarganya, termasuk istrinya Augustine (dalam seri La Berceuse)* dan ketiga anak mereka. Hal ini membuat seri keluarga Roulin menjadi salah satu karya yang paling komprehensif dalam menggambarkan satu keluarga dalam karya van Gogh.
Van Gogh membuat enam lukisan minyak utama dari sang tukang pos, yang kini tersebar di museum-museum ternama di seluruh dunia: Museum of Fine Arts, Boston menyimpan versi Agustus 1888 dengan Roulin duduk di kursi rotan dan latar belakang biru pucat; Detroit Institute of Arts memiliki versi kedua Agustus 1888 dengan pose serupa; Museum of Modern Art (MoMA), New York menyimpan versi April 1889 yang ikonik dengan latar belakang motif bunga dekoratif; Barnes Foundation, Philadelphia memiliki versi April 1889 lainnya dengan latar belakang bunga serupa; Kröller-Müller Museum, Belanda menyimpan versi April 1889 dengan latar belakang bunga cerah; dan Kunstmuseum Winterthur, Swiss memiliki karya yang dikenal dengan judul The Father yang dibuat pada November–Desember 1888. Gaya khas van Gogh pada masa itu terlihat jelas dalam seri ini: garis tegas, warna kuat dan kontras, serta sentuhan kuas tebal (impasto). Warna seperti biru tua pada seragam juru pos dan oranye pada wajah serta rambut menciptakan kesan hidup dan penuh energi, sementara latar belakang motif bunga pada beberapa versi menunjukkan pengaruh seni dekoratif Jepang yang sedang populer di Eropa saat itu.
Seri potret Joseph Roulin bukan hanya sekadar gambaran individu, tetapi juga mencerminkan cita-cita van Gogh untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Prancis pada akhir abad ke-19. Karya ini dianggap unik karena kedalaman hubungan antara seniman dan subjeknya, yang tercermin dalam cara van Gogh menangkap kepribadian serta semangat Roulin sebagai pekerja yang gigih dan teman yang setia.
Catatan kaki:
*La Berceuse adalah istilah bahasa Prancis yang berarti "lagu pengantar tidur (Lullaby)" atau "goyangan buaian". Seri ini menggambarkan Augustine Roulin, istri Joseph Roulin, dalam peran sebagai ibu yang merawat anak-anaknya. Meskipun buaian atau anak tidak selalu terlihat secara jelas dalam lukisan, gerakan dan ekspresi Augustine menyiratkan kasih sayang serta perhatiannya sebagai seorang ibu. Van Gogh menciptakan seri ini tidak hanya sebagai potret, melainkan juga untuk menyampaikan makna simbolis tentang kehangatan, kedamaian, dan konsolasi.


Social Header