Edgar Degas (1834-1917) adalah salah satu seniman utama aliran impresionis Prancis, meskipun dia sendiri lebih suka menyebut dirinya sebagai pelukis realis. Selain karya dengan tema balerina yang sangat terkenal, dia juga banyak mengangkat subjek tentang aktivitas kehidupan sehari-hari orang biasa, terutama pekerja perempuan kelas bawah.
Degas memutuskan untuk menggambarkan perempuan yang menyetrika karena ingin menunjukkan realitas sosial abad ke-19 yang jarang diperhatikan kalangan masyarakat atas. Pada masa itu, banyak perempuan dari kalangan bawah bekerja sebagai penyetrika pakaian untuk memenuhi kebutuhan hidup, dengan jam kerja panjang dan kondisi kerja yang kurang baik. Degas tertarik dengan gerakan berulang dari pekerjaan mereka dan ingin menangkap ekspresi serta postur tubuh yang menunjukkan ketegangan dan kelelahan dalam setiap gerakan. Dia tidak hanya menggambarkan sosok mereka, tetapi juga ingin menyampaikan cerita tentang perjuangan hidup yang tersembunyi di balik aktivitas sehari-hari.
Selama hidupnya, Degas membuat sekitar 20 karya dengan tema perempuan yang menyetrika, mulai dari gambar dengan pensil, karya pastel, hingga lukisan minyak pada kanvas, dibuat antara tahun 1869 hingga 1895. Salah satu karya dari seri ini adalah "Woman Ironing" yang saya lihat langsung di Alte Pinakothek München (bagian dari Koleksi Lukisan Negara Bavaria). Karya tersebut menunjukkan sosok perempuan yang membungkuk sedikit sambil mengerjakan pekerjaannya, dengan komposisi yang fokus pada bentuk tubuh dan penggunaan warna yang khas impresionis – tidak terlalu halus, namun mampu menangkap suasana dan perasaan secara mendalam.
Karya ini menjadi bukti bahwa seni tidak hanya untuk menghiasi dinding atau memuja keindahan semata, tetapi juga bisa menjadi cermin yang memperlihatkan sisi lain kehidupan masyarakat. Setiap goresan kuas pada kanvas bukan hanya tentang bentuk dan warna, tetapi juga tentang penghormatan kepada mereka yang bekerja dengan tekun untuk hidup.

Social Header