Landscape at Auvers in the Rain adalah salah satu karya terakhir Vincent van Gogh, dibuat pada bulan Juli 1890 dan diselesaikan hanya tiga hari sebelum ia wafat. Selama 70 hari tinggalnya di desa Auvers-sur-Oise, Prancis, Van Gogh melukis lebih dari 70 karya, dengan lukisan ini termasuk dalam 13 karya kanvas berbentuk bujur sangkar ganda yang dibuat antara 17 Juni dan 27 Juli 1890. Masa ini menjadi periode di mana ia melakukan eksperimen gaya seni yang paling berani setelah keluar dari rumah sakit jiwa.
Lukisan ini dibuat dengan teknik minyak di atas kanvas, berukuran 50 cm × 100 cm. Format bujur sangkar ganda yang digunakan adalah pilihan baru bagi Van Gogh, terinspirasi oleh seniman Prancis Daubigny yang menyukai format tersebut untuk menggambarkan lanskap yang luas. Format seperti ini memungkinkannya untuk menyampaikan kesan luas pada ladang gandum dan alam sekitar Auvers dengan lebih maksimal.
Van Gogh sangat menyukai alam sekitar Auvers, yang membuatnya teringat masa kecil di North Brabant dan memberikan rasa keamanan. Dalam suratnya kepada saudara laki-lakinya Theo, ia menuliskan bahwa di Auvers terdapat "tumbuhan hijau yang indah dengan banyaknya" dan daerah itu "cukup jauh dari Paris... untuk berada di pedesaan yang sesungguhnya" dengan suasana yang menenangkan dan memberi kedamaian". Kondisi cuaca yang lebih sejuk dan sering hujan di Auvers menginspirasi Banyak Gogh untuk menangkap gambaran hujan dalam karya ini. Dengan berani, ia menggunakan goresan kuas diagonal gelap untuk menggambarkan hujan—teknik yang terinspirasi langsung dari ukiran kayu Jepang karya Hiroshige berjudul Sudden Shower over Shin-ÅŒhashi Bridge and Atake. Goresan tersebut memberikan kesan gerakan dan energi, bukan sekadar replikasi naturalistik dari hujan.
Melalui karya ini, Van Gogh menyampaikan hubungan erat antara alam dan emosi. Ladang gandum yang menjadi motif utama melambangkan eksistensi manusia yang rentan dan siklus hidup-mati, sementara hujan melambangkan kesusahan yang tak terhindarkan namun bersifat sementara. Meskipun dibuat saat kondisinya sedang sulit, lukisan ini juga mengandung harapan, karena alam bagi Van Gogh merupakan tempat perlindungan dari masalahnya. Ia menuliskan dalam surat bahwa "ketika penderitaan terkadang begitu besar hingga memenuhi seluruh cakrawala seperti banjir yang tak terbendung... Bahkan lebih baik kita melihat ladang gandum, bahkan jika hanya dalam bentuk lukisan".
Lukisan ini dibeli oleh Gwendoline Davies pada tahun 1920 di Paris dan disumbangkan sebagai bagian dari warisannya ke National Museum of Wales di Cardiff, Inggris, pada tahun 1952. Saat ini karya ini tetap menjadi bagian penting dari koleksi museum tersebut.

Social Header