Breaking News

Kapilaritas" Harmoni Alam dalam Warna dan Makna Karya Ani Hasan Oleh: Hamid Nabhan

   Pada Pameran Lukisan Harmoni Alam yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 19 Februari 2026 di Galeri Prabangkara, karya berjudul "Kapilaritas" oleh pelukis Ani Hasan muncul sebagai salah satu karya yang menawarkan pemahaman mendalam tentang hubungan antara manusia dan alam semesta. Dibuat dengan media Akrilik pada Kanvas dengan dimensi 80 x 100 cm, karya ini tidak hanya memukau secara visual tetapi juga menyampaikan pesan yang sarat akan makna filosofis.

   Lukisan ini menggambarkan sebuah pohon yang diangkat sebagai simbol utama kehidupan dan konektivitas dalam alam. Judul "Kapilaritas" sendiri memiliki makna yang sangat relevan dengan tema yang diusung, merujuk pada proses alamiah di mana cairan mampu naik melalui saluran sempit – sebuah representasi visual tentang bagaimana air dan nutrisi mengalir ke seluruh bagian pohon, menjaga kelangsungan hidupnya dari akar hingga mahkota. Akar yang menjalar luas ke segala arah menggambarkan bagaimana setiap makhluk hidup terhubung erat dengan sumber kehidupan di dalam tanah, sementara mahkota yang menjulang ke atas menunjukkan hubungan yang tak terpisahkan dengan langit dan udara yang menyokong kehidupan. Pohon dalam karya ini juga menjadi cerminan dari keseimbangan alam yang kompleks, di mana akar berperan sebagai dasar yang kokoh, batang sebagai penghubung antara atas dan bawah, serta mahkota yang tidak hanya menghasilkan oksigen tetapi juga memberikan tempat tinggal bagi berbagai jenis makhluk hidup kecil, sehingga menegaskan bahwa setiap elemen alam memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan sistem secara keseluruhan.

   Kekuatan utama dari karya ini tidak terlepas dari pengaturan warna yang sangat cermat dan penuh keahlian. Ani Hasan menggunakan kontras yang menarik antara warna hangat dan dingin untuk memperkuat makna yang ingin disampaikan; mahkota pohon yang dibagi menjadi dua bagian dengan warna merah cerah dan kuning keemasan memberikan kesan kesuburan, energi, serta kemakmuran yang ada dalam alam, sementara latar belakang dan bagian akar yang menggunakan warna hijau tua serta biru dalam menggambarkan kedalaman, kekuatan, dan kelimpahan sumber daya alam yang ada di bawah permukaan tanah. Gradasi warna yang mulus dari satu nuansa ke nuansa lain pada latar belakang menciptakan kesan luasnya alam yang tidak terbatas, sementara sentuhan warna oranye yang ada di sudut atas kanvas memberikan nuansa hangat yang seimbang dan menghindarkan karya dari kesan yang terlalu berat. Setiap pilihan warna juga membawa makna tersendiri; merah melambangkan kehidupan dan vitalitas, kuning menjadi simbol kemakmuran dan cahaya, hijau menggambarkan kesuburan tanah, serta biru mewakili kelimpahan air sebagai sumber kehidupan utama bagi seluruh makhluk di bumi. Pengaturan warna yang terstruktur ini tidak hanya membuat karya terlihat menarik dan dinamis secara visual, tetapi juga berperan penting dalam menyampaikan pesan tentang harmoni dan keseimbangan yang menjadi inti dari tema pameran ini.

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id