Breaking News

Frank Fiegel, Sosok yang Mengilhami Karakter Pelaut Popeye Oleh: Hamid Nabhan


   Di balik sosok pelaut kasar namun baik hati yang dikenal dengan kecintaannya pada bayam dan kalimat ikonik "I yam what I yam" (I am what I am), terdapat sosok manusia nyata yang menjadi sumber inspirasi bagi penciptanya. Banyak yang mengenalnya sebagai Frank Fiegel (1868-1947), atau lebih akrab disapa "Rocky" – seorang pria berdarah Polandia yang hidup dengan penuh semangat dan meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah budaya populer melalui karakter legendaris yang kita kenal sebagai Popeye. Karakter ini diciptakan oleh kartunis Amerika Serikat bernama Elzie Crisler Segar (1894-1938), yang lebih dikenal dengan nama E.C. Segar.

   Frank "Rocky" Fiegel berasal dari keluarga Polandia yang awalnya bernama Figiel. Orang tuanya, BartÅ‚omiej dan Anna Figiel, menikah di kota Czarnków di wilayah Greater Poland sebelum beremigrasi ke Amerika Serikat dan mengubah nama keluarga menjadi Fiegel agar lebih mudah diucapkan dalam bahasa Inggris. Ia tumbuh besar di kota Chester, Illinois – tempat yang juga menjadi rumah bagi E.C. Segar. Secara fisik, Frank memiliki ciri khas yang tak terlupakan: dagu yang menonjol, wajah yang sedikit cacat alami dengan satu mata yang lebih dominan, dan selalu membawa pipa jagung di mulutnya. Meskipun sebagian besar hidupnya tidak menjadi pelaut seperti karakter yang mengilhami, ia pernah bergabung dengan angkatan laut dan menjalani beberapa tahun sebagai pelaut, serta dikenal sebagai sosok yang kuat dan tangguh, dengan kekuatan luar biasa dibandingkan kebanyakan orang pada zamannya.

   E.C. Segar pertama kali bertemu Frank Fiegel saat masih muda, ketika ia bekerja sebagai operator proyektor di bioskop lokal Chester. Frank adalah sosok yang sering muncul di sekitar kota, baik saat bekerja sebagai bartender maupun penjaga keamanan di salon lokal, atau ketika menghabiskan waktu dengan duduk santai di luar, sambil merokok pipa dan terkadang tertidur di bawah sinar matahari. Anak-anak di kota, termasuk Segar pada masa mudanya, sering bermain lelucon dengan Frank – mereka akan mendekat perlahan dan berteriak keras untuk mengejutkannya. Tanpa ragu, Frank akan melompat dengan cepat dan mengayunkan lengannya seolah siap bertempur, meskipun akhirnya hanya tertawa melihat anak-anak itu berlari menjauh. Gerakan khasnya saat mengayunkan lengan inilah yang kemudian diabadikan dalam karakter Popeye saat bertarung melawan saingannya, Brutus (dahulu dikenal sebagai Bluto). Segar terkesan dengan kepribadian Frank yang tangguh namun penuh kasih sayang terhadap anak-anak. Ia sering melindungi anak-anak dari orang yang ingin menyakiti mereka dan bahkan memberikan permen atau uang receh kepada mereka yang membutuhkan. Sifat baik hati ini kemudian menjadi bagian penting dari karakter Popeye, yang selalu siap membantu orang lemah meskipun sering tampak kasar di luarnya.

   Frank Fiegel hidup dengan gaya yang sederhana dan kadang kala tidak menentu. Ia jarang memiliki pekerjaan tetap dan sering berganti profesi – mulai dari buruh umum, bartender, hingga penjaga keamanan di berbagai tempat di kota Chester. Meskipun demikian, ia selalu dikenal sebagai sosok yang dapat dipercaya dan tidak pernah takut untuk berdiri tegak atas apa yang ia yakini. Setelah masa pelautannya, sebagian besar hidupnya dihabiskan di kota kelahirannya. Ia tinggal bersama ibunya hingga akhir hayat sang ibu, kemudian melanjutkan hidup sendirian di rumah mereka dekat Pemakaman Evergreen. Meskipun tidak menikah dan tidak memiliki anak sendiri, ia sangat menyayangi anak-anak di kota dan sering menjadi teman bermain bagi mereka. Berbeda dengan karakter Popeye yang mengandalkan bayam untuk mendapatkan kekuatan, Frank lebih dikenal sebagai penikmat minuman keras dan tidak memiliki kebiasaan khusus terhadap sayuran hijau itu. Namun, reputasinya sebagai pejuang yang tangguh dan tidak pernah menyerah sama sekali tidak berbeda dengan sosok kartun yang terinspirasi darinya.

   Frank Fiegel meninggal dunia pada usia lanjut, dengan makamnya yang awalnya tidak memiliki tanda apapun, terletak di dekat makam ibunya di Pemakaman Katolik Santa Maria di Chester. Namun, sebagai bentuk penghormatan atas perannya sebagai inspirasi karakter legendaris, sebuah batu nisan khusus dipasang dengan ukiran gambar Popeye versi awal yang dibuat oleh E.C. Segar. Di atas batu nisan tersebut tertulis kalimat yang menyatakan bahwa ia adalah inspirasi bagi Popeye sang pelaut. Apakah Frank sendiri pernah mengetahui bahwa dirinya menjadi dasar bagi salah satu karakter kartun paling terkenal di dunia, hingga kini masih menjadi bahan perdebatan. Beberapa sumber menyatakan bahwa ia baru mengetahui hal itu beberapa tahun sebelum wafatnya, setelah membaca berita tentang E.C. Segar dan inspirasi di balik karyanya. Namun yang pasti, warisannya hidup terus melalui karakter Popeye – yang tidak hanya menjadi ikon budaya populer, tetapi juga menjadi simbol kekuatan, kebaikan hati, dan semangat tidak pernah menyerah yang berasal dari sosok manusia nyata bernama Frank Fiegel.

© Copyright 2022 - metroglobalnews.id